| JudulMITIGASI BENCANA ALAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MASYARAKAT SUKU LAUJE DI DESA BAINA’A KECAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG |
| Nama: RATU BALGIS |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Penelitian ini berjudul “Mitigasi Bencana Alam Berbasis Kearifan Lokal Pada Masyarakat Suku Lauje di Desa Baina’a Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong” disusun oleh Ratu Balgis di bawah bimbingan Dr. Zaiful, M.Si selaku (pembimbing Satu) dan Dr. Indah Ahdiah, M.Si selaku (pembimbing Dua). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Lauje dalam merespons dan mengantisipasi bencana alam, serta mengkaji tantangan dalam pelestarian dan pemanfaatannya sebagai strategi mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi deskriptif untuk menggali secara mendalam praktik adat, nilai-nilai budaya, dan pengetahuan lokal yang hidup dalam masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui, observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap tokoh adat, aparat desa, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Lauje tercermin dalam pelaksanaan adat Momasoro, praktik Moganoy, serta pengetahuan membaca tanda-tanda alam seperti perubahan cuaca, perilaku hewan, peredaran bintang, dan kondisi alam di wilayah pegunungan dan pesisir. Adat Momasoro berfungsi tidak hanya sebagai ritual budaya dan spiritual, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang menanamkan nilai keseimbangan antara manusia dan alam, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kesiapsiagaan kolektif masyarakat. kearifan lokal masyarakat Suku Lauje masih relevan sebagai strategi mitigasi bencana berbasis budaya, tetapi memerlukan penguatan pewarisan nilai, dokumentasi adat, dan integrasi dengan kebijakan mitigasi bencana alam agar tetap berkelanjutan di tingkat desa. Adapun, pelestarian kearifan lokal menghadapi tantangan berupa regenerasi pelaku adat, pergeseran pemaknaan di kalangan generasi muda, dan pengaruh modernisasi. Kata kunci: Mitigasi bencana alam, kearifan lokal, Suku Lauje, adat Momasoro, Desa Baina’a. |