Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
Judul MODAL SOSIAL DALAM TRADISI SAYYANG PATTU’DU DI KELURAHAN SINYONYOI KABUPATEN MAMUJU SULAWESI BARAT
Nama: MOH FAHREZA
Tahun: 2026
Abstrak
ABSTRAK Moh Fahreza. B20121240. “MODAL SOSIAL DALAM TRADISI SAYYANG PATTU’DU DI DESA SINYONYOI, KABUPATEN MAMUJU, SULAWESI BARAT”. Dibimbing oleh Hasan Muhammad dan Citra Dewi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi dan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam tradisi Sayyang Pattu‘du di Desa Sinyonyoi, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Tradisi Sayyang Pattu‘du adalah budaya masyarakat Mandarin yang dilakukan sebagai bentuk apresiasi bagi anak-anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an, melalui pawai kuda hias yang diiringi musik rebana dan puisi kalindaqdaq. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan enam informan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Sayyang Pattu'du terdiri dari beberapa tahapan, yaitu persiapan kuda, kegiatan keagamaan seperti barasanji dan pembacaan doa, serta prosesi mengelilingi desa. Tradisi ini memiliki nilai-nilai keagamaan dan budaya, dan berfungsi sebagai media untuk memperkuat identitas masyarakat Mandar. Partisipasi masyarakat terlihat dalam berbagai bentuk, termasuk partisipasi dalam pemikiran, energi, materi, keterampilan, dan dukungan sosial melalui kehadiran dan kerja sama timbal balik. Modal sosial berupa kepercayaan, norma budaya, dan jaringan sosial memainkan peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini dari generasi ke generasi. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa modal sosial dalam tradisi Sayyang Pattu'du tidak hanya berperan dalam memperkuat hubungan sosial dan pelestarian budaya tetapi juga memiliki implikasi bagi aspek ekonomi masyarakat. Kepercayaan, norma, dan jaringan sosial yang terbentuk dapat mendorong terciptanya kegiatan ekonomi berbasis komunitas, seperti kerja sama dalam menyediakan kebutuhan tradisional, perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku bisnis, dan munculnya peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Modal sosial ini berkontribusi pada pengurangan biaya sosial dan ekonomi, meningkatkan efisiensi kerja sama, dan memperkuat ketahanan ekonomi kolektif masyarakat. Dengan demikian, tradisi Sayyang Pattu'du tidak hanya memiliki nilai budaya dan agama, tetapi juga berfungsi sebagai sumber daya sosial yang produktif dalam mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kata kunci: Modal sosial, Sayyang Pattu’du, Tradisi Mandar, Modal Sosial, Budaya Lokal.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#