| JudulREKONSTRUKSI SOSIAL PASCABENCANA GEMPA TAHUN 20 25 DI DESA MASANI KECAMATAN POSO PESISIR KABUPATEN POSO |
| Nama: ISHAK SAPUTRA GINGGILINO |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Ishak Saputra Ginggilino, B20121213, Rekonstruksi Sosial Pascabencana Gempa Tahun 2025 di Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Dibimbing oleh Syufri dan Indah Ahdiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehidupan sosial masyarakat Desa Masani sebelum dan sesudah bencana gempa tahun 2025 serta mengidentifikasi dan menganalisis strategi adaptasi dan rekonstruksi sosial yang diterapkan masyarakat pasca bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, yang merupakan salah satu wilayah terdampak gempa bumi tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum bencana, kehidupan sosial masyarakat Desa Masani ditandai oleh pola masyarakat agraris dengan solidaritas kekeluargaan yang relatif kuat, meskipun telah muncul gejala menurunnya gotong royong dalam urusan pemerintahan desa, adanya jarak sosial antarwilayah dusun, dan mulai mengendurnya kepercayaan terhadap pemerintah desa. Setelah bencana gempa, kehidupan sosial masyarakat mengalami perubahan yang ditandai oleh trauma, duka, tekanan ekonomi, dan kekecewaan terhadap perhatian pemerintah, tetapi pada saat yang sama juga memperlihatkan menguatnya solidaritas sosial, kembalinya semangat gotong royong, penguatan kehidupan keluarga dan keagamaan, serta berkembangnya solidaritas lintas dusun dan lintas agama. Proses adaptasi dan rekonstruksi sosial berlangsung secara bertahap melalui praktik saling menolong, pemanfaatan modal sosial, penguatan peran keluarga dan lembaga keagamaan, penggunaan ruang publik dan rumah ibadah sebagai pusat pemulihan sosial-emosional, serta kerja sama antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah daerah. Proses tersebut menunjukkan bahwa rekonstruksi sosial pascabencana tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik, tetapi juga pada pemulihan relasi sosial, rasa aman, dan penguatan solidaritas masyarakat. Kata Kunci: rekonstruksi sosial, pascabencana, gempa bumi, solidaritas sosial. |