| JudulFENOMENA PETANI ENAU DI DESA MATOLELE KECAMATAN PARIGI TENGAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG |
| Nama: AIMAR |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Aimar, B20121018, dengan judul penelitian “Fenomena Petani Enau di Desa Matolele Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong.” Dibimbing oleh Ibu Andi Mascunra Amir selaku pembimbing utama dan Bapak Zaiful selaku pembimbing pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena petani enau di Desa Matolele, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, khususnya terkait aktivitas penyadapan nira, proses produksi gula merah, serta kondisi ekonomi yang terbentuk dari pekerjaan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan penelitian berjumlah lima orang petani enau yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai petani enau merupakan aktivitas yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam struktur kehidupan sosial masyarakat. Aktivitas penyadapan nira hingga pengolahan gula merah dilakukan dengan cara-cara tradisional, mulai dari memilih pohon enau tua, memukul mayang selama beberapa hari, hingga menampung nira dua kali sehari dan memasaknya selama beberapa jam dengan tungku kayu. Seluruh proses ini masih sangat bergantung pada keterampilan manual, kondisi cuaca, dan ketersediaan bahan baku sebagaimana tergambar dalam wawancara dan pengamatan lapangan. Hambatan utama yang dihadapi petani meliputi kualitas nira yang menurun saat musim hujan, alat produksi yang sederhana, keterbatasan modal, serta fluktuasi harga gula merah. Di sisi lain, faktor pendorong aktivitas petani meliputi ketersediaan pohon enau, keterampilan tradisional yang terjaga, dan permintaan pasar yang relatif stabil meskipun harga sering berubah. Dari aspek ekonomi, pekerjaan sebagai petani enau berperan penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, meskipun belum mampu memberikan peningkatan kesejahteraan yang signifikan. Banyak petani masih berada dalam lingkaran keterbatasan yang dipengaruhi oleh rendahnya harga jual serta tingginya ketergantungan pada kondisi alam. Meskipun demikian, bagi masyarakat Desa Matolele, pekerjaan ini tetap dipertahankan karena telah menjadi identitas sosial dan bagian dari budaya yang diwariskan antargenerasi. Kata Kunci: Petani Enau, Produksi Gula Merah, Ekonomi Masyarakat. |