Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS NORMA SOSIAL BUDAYA DALAM KEPATUHAN SKRINING KANKER SERVIKS PADA PEREMPUAN BERISIKO TINGGI DI KOTA PALU
Nama: SUMIATY
Tahun: 2026
Abstrak
Kanker serviks dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining. Namun, tingkat skrining perempuan di Indonesia masih dibawah 10 %. Cakupan skrining di Kota Palu pada tahun 2024 masih dibawah target nasional (90%) yaitu hanya mencapai 19,9%. Rendahnya kepatuhan terhadap skrining tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, tetapi juga oleh norma sosial budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis norma sosial budaya dalam kepatuhan skrining kanker serviks pada perempuan berisiko tinggi di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan paradigma alamiah (naturalistic paradigm) dengan jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian ini yaitu perempuan berumur 30-50 tahun, memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tematik, interpretasi sosiologis, dan sintesis teoretis menggunakan teori Collective conscience Durkheim, Social Norms Theory Bicchieri, dan Health Belief Model Theory. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) norma sosial budaya tabu paling dominan pada kepatuhan skrining kanker serviks, 2) perempuan yang melakukan pemeriksaan organ reproduksi dianggap memalukan dan tidak sopan. 3) Norma folkways mengungkapkan bahwa perempuan hanya memeriksakan diri saat gejala muncul dan melakukan pengobatan sendiri dengan pengobatan tradisional. 4) Nilai moral seperti rasa malu atau izin suami melemahkan keputusan untuk skrining. 5) Pengetahuan preventif dan hambatan seperti stigma, rasa malu, dan kurangnya dukungan memperlemah kesadaran skrining. Kesimpulannya, kepatuhan skrining kanker serviks merupakan fenomena sosial yang dibentuk oleh norma sosial tabu, moralitas, kebiasaan dan peran kekuasaan simbolik. Oleh karena itu, Socio-Normative Health Awareness Theory merupakan konsep intervensi baru yang mereorientasikan norma sosial menjadi sarana pemberdayaan yang lebih efektif, seperti restu suami, peran tokoh agama, adat, dan moralitas sebagai kekuatan untuk memperkuat kesadaran dan partisipasi dalam skrining. Kata Kunci: Norma Sosial Budaya, Kepatuhan, Skrining, Kanker Serviks.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up