| JudulIMPLEMENTASI KEBIJAKAN SWASEMBADA PANGAN TENTANG POTENSI PERTANIAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN LOKAL DI DESA DOLAGO PADANG KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG |
| Nama: SABRI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Sabri, B10122087, Implementasi Kebijakan Swasembada Pangan Mengenai Tentang Potensi Pertanian Berbasis Komoditas Unggulan Lokal Di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong Dibimbing oleh Bapak Rizali Djaelangkara dan Bapak Fiki Ferianto. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan swasembada pangan terhadap potensi padi sebagai komoditas unggulan lokal di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, kajian ini menerapkan teori implementasi George C. Edwards III yang menyoroti empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui observasi, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan kepala desa, perangkat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kepala UPT, dan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan swasembada pangan di daerah lumbung padi ini telah terealisasi melalui dukungan infrastruktur (drainase, irigasi, jalan usaha tani), bantuan sarana produksi (benih unggul, pupuk bersubsidi, alsintan), program Cetak Sawah Rakyat (CSR), serta penguatan ekonomi via BUMDes ayam petelur. PPL dan UPT berperan strategis dalam mentransfer kebijakan, mengawal pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT), dan mengedukasi petani mengenai teknologi budidaya, seperti pemupukan berimbang, sistem jajar legowo, dan pengendalian hama (OPT). Melalui pemanfaatan varietas unggul (Mekongga, Inpari 32, Ciherang, Cigelis), petani mampu menghasilkan 6–7 ton gabah kering panen per hektar (setara 3–4 ton beras per hektar). Capaian ini mengindikasikan pengelolaan komoditas unggulan yang optimal. Kendati demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh keterbatasan air irigasi saat musim kemarau, kerusakan tanggul, serangan hama, dan keterbatasan anggaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sinergis keempat variabel Edwards III menentukan keberhasilan swasembada pangan, namun tetap memerlukan penguatan koordinasi berkelanjutan antarlembaga. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Swasembada Pangan, Komoditas Unggulan Lokal, Padi, George C. Edwards III, Desa Dolago Padang. |