Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulIMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DESA BAMBASIANG KECAMATAN PALASA KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Nama: RISKA YANGSI
Tahun: 2026
Abstrak
Riska yangsi Stambuk B10122046 judul penelitian “Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Bambasiang, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong” Pembimbing I: Slamet Riadi Cante pembimbing II: Fachrul Reza Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Bambasiang, Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan analisis data dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi empat variabel utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Bambasiang bahwa secara garis besar pelaksanaan program belum berjalan secara maksimal di lapangan dimana masi terdapat satu aspek yang belum berjalan sesuai dengan harapan, meskipun tiga aspek lainnya sudah berjalan dengan cukup baik. Ditinjau dari tiga aspek utama telah berjalan efektif dan sesuai harapan. Aspek komunikasi berjalan baik melalui penyampaian informasi dan sosialisasi yang rutin dan jelas, sehingga masyarakat memahami hak dan kewajibannya. Aspek disposisi juga berjalan sangat baik, ditandai dengan sikap pelaksana yang jujur, bertanggung jawab, dan melayani dengan sepenuh hati sesuai aturan. Begitu pula dengan aspek struktur birokrasi, di mana pembagian tugas, alur kerja, dan mekanisme pelayanan sudah berjalan teratur, tertib, dan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa aspek sumber daya menjadi satusatunya indikator yang belum berjalan secara maksimal meskipun dinilai cukup baik oleh sebagian masyarakat. Hal ini terlihat nyata dari kesenjangan data yang signifikan, yaitu dari total 697 kepala keluarga di desa tersebut, terdapat 418 rumah tangga yang tergolong miskin, sementara jumlah penerima manfaat per Januari 2026 baru mencapai 183 keluarga. Kondisi ini membuktikan bahwa kapasitas, kemampuan, serta jangkauan pelayanan yang tersedia belum mampu menjangkau seluruh warga yang berhak dan membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa meskipun pelaksanaan program sudah berjalan baik secara prosedural dan sikap pelaksana sangat memadai, penguatan pada aspek sumber daya masih sangat diperlukan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata dan optimal dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Desa Bambasiang. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Program Keluarga Harapan, Penanggulangan Kemiskinan, Teori George C. Edward III.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#