| JudulMANAJEMENSUMBERDAYAMANUSIADIYAYASAN PERGURUANNURULISLAMKECAMATANTAWAELI KOTAPALU |
| Nama: NUR BAIDHA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Nur Baidha, B 101 22 001 Judul Penelitian “Manajemen Sumber Daya Manusiadi Yayasan Perguruan NurulIslam Kecamatan Tawaeli Kota Palu”. Dibimbing oleh Bapak Syahruddin Hattab, selaku pembimbing utama bersama Bapak Meldi Amijaya, sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Manajemen Sumber Daya Manusia di Yayasan Perguruan Nurul Islam Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Yayasan ini merupakan lembaga pendidikan Islam swasta yang menaungi empat jenjang pendidikan yaitu TK, SD, MTs, dan SMK dengan total 47 tenaga pendidik dan kependidikan. Manajemen Sumber Daya Manusia dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori Hasibuan (2015) dengan fokus kajian pada pelaksanaan fungsi pemeliharaan yang meliputi lima metode yaitu Komunikasi, Insentif, Kesejahteraan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, serta Hubungan Industrial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari 1 pengurus Yayasan, 4 kepala sekolah, dan 4 tenaga pendidik pada berbagai jenjang pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untukmemperoleh dataprimer dan data sekunder. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pemeliharaan sumber daya manusia telah berjalan pada seluruh indikator, namun tingkat pelaksanaannya masih berbeda beda. Pada aspek komunikasi, hubungan antara Yayasan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik telah berjalan dengan baik dan terbuka, meskipun masih bersifat informal. Pada aspek insentif, Yayasan belum mampu memberikan insentif secara langsung dan rutin karena keterbatasan finansial sehingga pemberiannya masih bergantung pada kemampuan masing-masing kepala sekolah. Pada aspek kesejahteraan, bentuk kesejahteraan yang diberikan masih terbatas pada tunjangan hari raya, fasilitas pembelajaran, dan bantuan sosial, sedangkan jaminan kesehatan belum tersedia secara menyeluruh. Pada aspek kesehatan dan keselamatan kerja, beberapa fasilitas sekolah masih terdapat kerusakan dan memerlukan perbaikan. Pada aspek hubungan industrial, hubungan kerja antara Yayasan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik berjalan harmonis melalui budaya kekeluargaan dan musyawarah. Secara keseluruhan, keterbatasan finansial Yayasan menjadi faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya pelaksanaan fungsi pemeliharaan sumber daya manusia, khususnya pada aspek insentif, kesejahteraan, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Kata Kunci: Manajemen SumberDaya Manusia, Pemeliharaan, Komunikasi, Insentif, Kesejahteraan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Hubungan Industrial. |