| JudulAKUNTABILITAS KINERJA LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DI DESA LONDI KECAMATAN MORI ATAS KABUPATEN MOROWALI UTARA |
| Nama: IREN OCTAVIA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Iren Octavia Sandewa (B 101 21 274), dengan judul “Akuntabilitas Kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Londi Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara”. Dibimbing oleh Bapak Mashuri Tahili selaku pembimbing utama bersama Bapak Dandan Haryono selaku pembimbing pendamping. Tujuan penelitian ini untuk menganilisis Akuntabilitas Kinerja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa di Desa Londi Kecamatan Mori Atas Kabupaten Morowali Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskritif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, ketua LPMD, anggota LPMD, dan masyarakat berjumlah 3 orang. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akuntabilitas Kinerja LPMD di Desa Londi dengan 5 indikator yang diungkapkan Koppel J.G (2005) kurang optimal secara keseluruhan. Pada indikator Transparansi, tingkat transparansi sangat rendah karena kurangnya laporan kinerja kepada pemerintah desa dan masyarakat, serta kurangnya kesadaran dari anggota lembaga yang menghambat pengungkapan fakta kinerja dan komunikasi. Indikator Kewajiban menunjukkan bahwa LPMD telah melaksanakan sebagian tanggung jawabnya, namun masih kurang maksimal dalam konsistensi dan keterlibatan aktif, sehingga akuntabilitas belum sepenuhnya tercapai. Pengawasan kinerja bersifat informal dan kurang terstruktur, dengan ketiadaan aturan formal yang membuat kontrol terhadap program sehingga belum efektif. Tanggung Jawab telah diupayakan dengan membuat program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun keterlibatan masyarakat masih kurang. Sementara itu, Daya Tanggap menunjukkan sudah adanya upaya yang dilakukan melalui musyawarah. Tetapi keterbatasan kecepatan, ketepatan, dan partisipasi masyarakat membuatnya kurang optimal. Kesimpulannya, akuntabilitas LPMD terhambat oleh kurangnya koordinasi, dan keterbatasan sumber daya, yang berdampak pada efektivitas tugas pokok seperti perencanaan pembangunan partisipatif dan penggerakan swadaya gotong royong. Kata kunci : Akuntabilitas, Kinerja, LPMD, Transparansi, Tanggung Jawab |