Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulMANAJEMEN WISATA HUTAN MANGROVE BARIA PENGKENANYA DI DESA MATANSALA KECAMATAN BUNGKU TENGAH KABUPATEN MOROWALI
Nama: ALDIANTO BURHAN
Tahun: 2026
Abstrak
Aldianto Burhan, Nomor Stambuk B10121102, dengan judul skripsi: “Manajemen Wisata Hutan Mangrove Baria Pengkenanya di Desa Matansala Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali”. Dibimbing oleh Pembimbing I Drs. Rizali Djaelangkara, M.Si dan Pembimbing II Richard Labiro, S.IP., M.A.P. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan Wisata Hutan Mangrove Baria Pengkenanya di Desa Matansala. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan mengacu pada Henry Fayol (1949) yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan Wisata Hutan Mangrove Baria Pengkenanya telah diterapkan, namun belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Fungsi perencanaan telah dilaksanakan melalui musyawarah desa, Musrenbang, dan rapat internal BUMDes, tetapi belum didukung oleh pemanfaatan data kunjungan dan pendapatan wisata secara sistematis, penyusunan anggaran yang lebih rinci, serta pengembangan strategi yang bersifat antisipatif. Fungsi pengorganisasian telah berjalan melalui pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas, namun belum didukung oleh keberadaan petugas keamanan khusus. Fungsi pengarahan telah dilakukan melalui pemberian arahan, motivasi, dan pembinaan, tetapi belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman kerja. Fungsi pengoordinasian telah berjalan melalui koordinasi antara pemerintah desa, BUMDes, masyarakat, dan pihak terkait, namun kerja sama yang berkelanjutan dengan pihak eksternal masih terbatas. Sementara itu, fungsi pengawasan telah dilakukan melalui pemantauan lapangan, evaluasi, dan pemeriksaan laporan keuangan, tetapi masih bersifat reaktif sehingga belum mampu mencegah pelanggaran aturan dan kerusakan fasilitas wisata. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pada setiap fungsi manajemen agar pengelolaan wisata dapat berlangsung lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Manajemen, Wisata Hutan Mangrove , Henry Fayol, BUMDes.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

#