| JudulIMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 POSO |
| Nama: DELYARIFA KOMUNA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Delyarifa Komuna B 101 20 043, Judul Penelitian”Implentasi Kebijakan Sistem Zonasi Peserta Didik Baru Sekolah Menenengah Atas Negeri 3 Poso”Dibimbing oleh Bapak Drs,Rizali Djaelangkara,M.Si sebagai pembimbing utama dan bersama Bapak Syarif Permana salingkat,S.Sos, M.Si sebagai pembimbing pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 3 Poso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi enam variabel, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana, karakteristik agen pelaksana, disposisi atau sikap pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, Kepala Sekolah, Wakasek Kesiswaan, serta orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem zonasi di SMA Negeri 3 Poso secara umum telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada indikator standar dan sasaran kebijakan, tujuan pemerataan akses pendidikan telah dirumuskan secara jelas dan diterapkan melalui parameter seleksi berbasis jarak, nilai, dan usia. Pada indikator sumber daya, ketersediaan regulasi, panitia pelaksana, serta sistem pendaftaran online dinilai cukup memadai, meskipun masihterdapat kendala literasi digital di kalangan masyarakat. Pada indikator komunikasi, koordinasi antara Dinas Pendidikan dan sekolah telah berjalan melalui sosialisasi dan penyampaian petunjuk teknis, namun pemahaman teknis masyarakat terhadap mekanisme zonasi masih perlu ditingkatkan. Karakteristik agen pelaksana menunjukkan pola birokrasi yang normatif dan patuh terhadap aturan, sementara disposisi pelaksana mencerminkan komitmen dan dukungan terhadap kebijakan zonasi. Meskipun secara administratif implementasi kebijakan telah berjalan efektif dan konsisten, penelitian ini menemukan adanya persepsi ketidakadilan substantif di kalangan masyarakat, khususnya pada kasus perbatasan zonasi dengan selisih jarak yang sangat tipis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi sistem zonasi di SMA Negeri 3 Poso telah berjalan baik secara struktural, namun masih memerlukan penguatan pada aspek komunikasi publik dan sensitivitas sosial agar tujuan pemerataan pendidikan dapat tercapai secara optimal dan diterima secara luas oleh masyarakat. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Sistem Zonasi, PPDB, Van Meter dan Van Horn, Pemerataan Pendidikan. |