| JudulMANAJEMEN BENCANA BANJIR DI DESA BEKA KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI |
| Nama: ISNURANINDI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ISNURANINDI B 101 19 021, dengan judul skripsi “Manajemen Bencana Banjir Di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi”. Pembimbing Utama yakni Rizali Djaelangkara dan Pembimbing Pendamping yaitu Subhan Haris. Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu untuk mengetahui apakah manajemen bencana banjir yang dilaksanakan di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi sudah optimal. Penelitian ini menggunakan teori dari Willian Nick Carter yang mencakup tiga tahapan utama dalam manajemen bencana yaiitu : 1) Pra-Bencana : Pencegahan (Prevention), Mitigasi (Mitigation), dan Kesiapsiagaan (Preparadness); 2) Tahap Darurat Bencana : Dampak Bencana (Disaster’s Impact) dan Tanggap Darurat (Emergency Response) dan yang terakhir adalah 3) Tahap Pasca-Bencana : Pemulihan (Recovery) dan Pembangunan (Development). Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bencana banjir di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi belum optimal dikarenakan pada Tahap Pra Bencana meliputi pengkajian bencana, sosialisasi maupun pelatihan bencana banjir dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) belum pernah dibentuk atau dilakukan sebelumnya. Kemudian mitigasi yang dilakukan yaitu mitigasi struktural berupa pembangunan sabo dam, dan mitigasi non-strukturalnya berupa penanaman pohon di Desa Beka. Pada Tahap Darurat Bencana meliputi penginformasian bencana, penetapan status darurat bencana, pemberian bantuan dan evakuasi. Hambatan dalam tahapan ini yaitu kondisi banjir yang deras pada saat itu mempersulit untuk melakukan penanganan darurat, kemudian kapasitas pemerintah dan masyarakat Desa Beka yang belum memadai, serta yang terakhir adalah kesiapan anggaran. Pada Tahap Pasca-Bencana, stakeholder terkait melakukan upaya pemulihan dan pembangunan baik secara fisik maupun non fisik seperti pembangunan beronjong, sabo dam, dan perbaikan struktur jembatan untuk aspek fisik. Untuk non-fisiknya berupa pemulihan rasa trauma korban banjir akibat dari dampak psikologi pada saat kejadian bencana tersebut. Kata Kunci : Manajemen Bencana, Banjir, Desa Beka |