Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulImplementasi Kebijakan Penyelenggaraan Kepariwisataan Di Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-una
Nama: MOH ALVA SATANGKE
Tahun: 2023
Abstrak
Moh Alva Satangke, B 101 17 180, Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Kepariwisataan Di Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-una. Di bimbing oleh Mohammad Irfan Mufti dan Yulizar Pramudika Tawil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Kepariwisataan Di Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-una. Dasar penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan tipe penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penetapan informan dalam penelitian ini menggunakan Purposive sampling dengan jumlah informan 5 (lima) orang yang dianggap mampu mengetahuai permasalah tentang penyelenggaraan pariwisata di Kepulauan Togean. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala dinas patiwisata dan kebudayaan Tojo Una-una, Sekertaris dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tojo Una-una, Kepala Bidang Destinasi dan Industri Dinas Pariwisata dan Kebudayaa Tojo Una-una, Pengelola Wisata di Kepulauan Togean, Dan Pemerintah Desa di Kepulauan Togean. Teknik pengumpulan data dilakukan gengan observasi,wawancara, dan dokumentasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Kemudian analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data gan penarikan kesimpulan. Adapun teori yang digunakan yaitu model Imlementasi menurut George C. Edward III yang terdiri dari Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi kebijakan pariwisata dikepulauan Togean masih belum maksimal di lihat dari arah kebijakan yang mengarah pada pembangunan dan penegmbangan daya tarik wisata Togean terutama sarana dan prasarana yang belum memadai seperti akses internet, transportasi udara, dan akses air bersih, dan untuk sumber daya alam masi membutuhkan pengelolaan dan pemeliharaan dari pengelola setempat dan dinas terkait, untuk sumber daya finansial sudah sangat cukup dan untuk pelaksana perlu keterbukaan dengan aparat desa dan pengelolah wisata setempat harus sering diskusi saling bertukar pikiran terkait apa saja yang mau di bangun dan di apa saja yang harus di kembangkan di wisata destinasi kepulauan Togean. Agar implementasi

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up