| JudulPengaruh Museum Sampah Terhadap Keterampilan Kolaborasi Di Sekolah Dasar |
| Nama: MUHAMMAD FADIL |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Fadil, 2026. “Pengaruh Museum Sampah terhadap Keterampilan Kolaborasi di Sekolah Dasar”. Jurnal Dikdas. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP Universitas Tadulako. Pembimbing (1) Dr. Rizal, S.Ag., M.Pd. (2) Dr. Nurgan Tadeko, S.Pd., M.Pd. Pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar menuntut pengembangan keterampilan kolaborasi siswa, namun implementasi pembelajaran yang secara efektif melatih keterampilan tersebut masih belum optimal. Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan Museum Sampah sebagai media pembelajaran terhadap keterampilan kolaborasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe One Group Pretest–Posttest yang melibatkan 32 siswa kelas V B SD Inpres 3 Tondo tahun ajaran 2025/2026. Keterampilan kolaborasi siswa diukur menggunakan angket skala Likert yang telah divalidasi oleh ahli, didukung dengan observasi dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji Wilcoxon Signed Rank Test, serta pemodelan Rasch. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan kolaborasi siswa meningkat dari 28,69 pada pretest menjadi 28,88 pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,578 (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa peningkatan keterampilan kolaborasi tersebut belum signifikan secara statistik. Namun, hasil analisis effect size menunjukkan nilai r sebesar 0,098 yang berada pada kategori kecil, serta pemodelan Rasch menunjukkan adanya variasi peningkatan kemampuan kolaborasi pada sebagian siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Museum Sampah mampu memfasilitasi pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif serta berpotensi mendukung keterampilan kolaborasi siswa, meskipun diperlukan durasi intervensi dan penguatan desain kerja kelompok yang lebih optimal. Dengan demikian, Museum Sampah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Kata Kunci: Museum Sampah, Keterampilan Kolaborasi, Sekolah Dasar |