| JudulPENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN PERMAINAN GOLI TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 24 PALU |
| Nama: DHEA FEBRIANTI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Dhea Febrianti, 2026. “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Permainan Goli Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV Di SD Negeri 24 Palu”. SKRIPSI. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Juraid, M.Hum dan Pembimbing (2) Dr. Rizal, S.Ag., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) yang dibantu oleh permainan kelereng tradisional terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dan capaian hasil belajar yang belum memuaskan pada pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Partisipan penelitian adalah 28 siswa kelas IV dari SD Negeri 24 Palu, Indonesia. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi kelas, dan dokumentasi. Instrumen tes terdiri dari 17 soal pilihan ganda yang telah divalidasi dan dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji normalized gain (N-Gain), dan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai rata-rata dari 50,98 pada pretest menjadi 83,29 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,63 menunjukkan peningkatan hasil belajar dalam kategori sedang. Analisis inferensial menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor pretest dan posttest (p < 0,05). Hasil observasi kelas juga menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dan peningkatan penerapan prosedur pembelajaran kooperatif dari waktu ke waktu. Temuan ini mengungkapkan bahwa mengintegrasikan pembelajaran kooperatif terstruktur dengan kegiatan berbasis permainan yang akrab secara budaya dapat menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan secara bermakna meningkatkan capaian kognitif siswa sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menegaskan potensi strategi pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan berbiaya rendah dalam mendukung pembelajaran aktif serta meningkatkan hasil belajar di jenjang pendidikan dasar. Kata kunci: Teams Games Tournament (TGT); Permainan Kelereng Tradisional; Hasil Belajar IPAS; Pembelajaran Kooperatif; Pendidikan Dasar |