| JudulManajemen Partisipasi Masyarakat Terhadap Penyediaan Lingkungan Belajar Berbasis Kearifan Lokal Di SD Negeri 9 Mamboro |
| Nama: VIKI SATRIANI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Viki Satriani, 2026. “Manajemen Partisipasi Masyarakat terhadap Penyediaan Lingkungan Belajar Berbasis Kearifan Lokal di SD Negeri 9 Mamboro”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP Universitas Tadulako, Pembimbing (1) Prof. Dr H. Juraid, M.Hum. (2) Dr. Rizal, S.Ag., M.Pd. Partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan lingkungan belajar yang berkualitas di sekolah dasar. Namun, keterlibatan masyarakat dalam pengembangan lingkungan belajar berbasis kearifan lokal belum sepenuhnya dikelola secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen partisipasi masyarakat dalam penyediaan lingkungan belajar berbasis kearifan lokal di SD Negeri 9 Mamboro yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta kendala dan upaya penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan orang tua, sedangkan angket skala Likert berjumlah 30 butir diberikan kepada seluruh 17 siswa kelas V. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen partisipasi masyarakat dilaksanakan melalui rapat sekolah dan paguyuban kelas pada tahap perencanaan, kegiatan gotong royong dan pendampingan belajar pada tahap pelaksanaan, serta komunikasi dan rapat bersama pada tahap evaluasi. Hasil angket menunjukkan persentase sebesar 80,9?lam kategori baik, yang mencerminkan respons positif siswa terhadap lingkungan belajar yang disediakan. Dengan demikian, manajemen partisipasi masyarakat di SD Negeri 9 Mamboro berjalan dengan baik dan berkontribusi positif terhadap kualitas lingkungan belajar. Namun demikian, belum adanya instrumen evaluasi yang terstandarisasi menunjukkan adanya kesenjangan tata kelola yang memerlukan perhatian institusional. Kata kunci: Manajemen Partisipasi Masyarakat, Lingkungan Belajar, Kearifan Lokal, Sekolah Dasar. |