Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS V SD ALKHAIRAAT TONDO
Nama: SRI UTAMI
Tahun: 2026
Abstrak
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantuan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Plejaran IPAS Kelas V SD Alkhairaat Tondo. Skripsi.Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Tadulako, Pembimbing (1) Dr. Yusdin Bin M.Gagaramusu Lc.M.Ed. (2) Nur Rahmah S.Si.,M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran project based learning berbantuan media video animasi pada mata Pelajaran IPAS Kelas V SD Alhairaat Tondo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Alkairaat Tondo dengan jumlah siswa 28 orang,yang terdiri dari 18 orang laki-laki dan 12 orang Perempuan. Desain Penelitian mengacu pada desain penelitian Tindakan kelas penelitian yang mengacu pada diagram yang di kemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart yang meliputi empat tahapan yaitu 1). Perencanaan Tindakan. 2). Pelaksanaan Tindakan. 3). Observasi. 4). Refleksi. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah : 1).Tes, 2).Observasi, 3). Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata Pelajaran IPAS Kelas V SD Alkhairaat Tondo. Peneliti dapat menarik Kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan media video animasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Alkhairaat Tondo. Hal ini di tunjukan di peroleh presentase hasil belajar siswa pada tes awal 21,42%. Setelah melakukan tindakan di siklus 1 presentase nilai rata-rata menjadi meningkat yaitu 67,85 %. Dan ketika di lakukan kembali tindakan di siklus II presentase nilai rata-rata siswa meningkat lagi menjadi 89,28%. Sedangkan pada analisis data untuk ketuntasan belajar klasikal pada tes awal presentase belajar klasikal siswa hanya 21,42?n tidak memenuhi standar ketuntasan belajar yang di tetapkan yaitu 70% . Sedangkan pada siklus II setelah melakukan tindakan presentase ketuntasan belajar klasikal yaitu mencapai 89,28%.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up