| JudulAnalisis Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Tondo |
| Nama: NUR AZIZAH A. MALIADA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak NUR AZIZAH A. MALIADA, 2025 “Analisis Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Tondo”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Pembimbing (1) Dr. Yusdin Bin. M. Gagaramusu, Lc., M.Ed. (2) Kadek Hariana, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas IV SD Inpres 1 Tondo dengan meninjau empat aspek utama, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kemampuan membaca pemahaman dan menulis siswa sekolah dasar yang berdampak pada hasil belajar secara umum. Literasi baca-tulis dipandang sebagai fondasi penting bagi keberhasilan pembelajaran, namun pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi tantangan seperti kurangnya minat membaca, keterbatasan kosakata, serta lemahnya kemampuan siswa dalam memahami struktur bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Inpres 1 Tondo, Kota Palu. Sumber data terdiri atas guru dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan keandalan informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan literasi baca-tulis siswa berada pada kategori cukup baik, meskipun terdapat variasi kemampuan di antara siswa. Pada aspek fonologi, sebagian besar siswa mampu melafalkan kata dengan benar, namun masih kesulitan pada kata dengan struktur kompleks. Aspek morfologi menunjukkan bahwa siswa telah mengenali huruf dan kata dasar dengan baik, tetapi belum memahami perubahan makna akibat imbuhan. Pada aspek sintaksis, siswa mampu menyusun kalimat sederhana, namun belum terampil membuat kalimat majemuk. Sedangkan pada aspek semantik, pemahaman makna bacaan dan kemampuan menulis dengan variasi kosakata masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan literasi baca-tulis siswa memerlukan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, komunikatif, dan berkelanjutan, serta dukungan lingkungan belajar yang literat. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris mengenai kemampuan literasi siswa sekolah dasar dan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran literasi yang lebih efektif di masa mendatang. Kata kunci: Literasi Baca-Tulis; Kemampuan Membaca; Kemampuan Menulis; Siswa Kelas IV |