Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPERSEPSI ALUMNI SM-3T TERHADAP PROGRAM SARJANA MENDIDIK DAERAH TERDEPAN, TERLUAR DAN TERTINGGAL (SM-3T) DI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Nama: Nurhikmah
Tahun: 2019
Abstrak
Nur Hikmah, 2019. Persepsi Alumni SM-3T Terhadap Program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) di Provinsi Sulawesi Tengah. Skripsi, Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Pembimbing (I) Kaharuddin Nawing dan Pembimbing (II) Nurvita Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi persepsi alumni SM-3T terhadap program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) di Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini ditetapkan dalam penelitian guna menjelaskan secara rinci tentang persepsi alumni SM-3T terhadap program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) di Provinsi Sulawesi Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 15 informan yang berasal dari 5 Kabupaten tempat program SM-3T dilaksanakan yaitu Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tojo Una-una dan Kabupaten Toli-Toli. Sedangkan data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor internal dan faktor eksternal sangat berpengaruh terhadap keputusan para peserta SM-3T dalam mengambil keputusan mengikuti program SM-3T. Kemudian faktor pendorong utama dalam mengikuti SM-3T adalah Pendidikan Profesi Guru (PPG) berbeasiswa yang saat itu belum dibuka melalui jalur umum, sedangkan faktor lainnya adalah mencari pengalaman hidup dan mengajar di daerah 3T. Adapun hambatan yang dihadapi selain fasilitas dan akses yang sulit, juga terdapat hambatan yang berasal dari dua sumber, yaitu dari masyarakat dan dari sekolah. Hambatan dari masyarakat berupa kebudayaan seperti bahasa dan makanan yang perbedaannya sangat signifikan. Sedangkan dari sekolah adalah kurangnya daya tangkap siswa, kurangnya sarana prasarana dalam mengajar serta kurangnya pemahaman orangtua tentang pentingnya pendidikan. Kata Kunci: Persepsi, Program SM-3T, Alumni SM-3T

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up