Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulIMPLEMENTASI NILAI-NILAI KESETARAN GENDER OLEH ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DI MTs NEGERI 3 BUOL
Nama: DWINURILMI A.LAUNA
Tahun: 2026
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan gender di MTs Negeri 3 Buol, menganalisis indikator bentuk program dalam kegiatan OSIS menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender di lingkungan sekolah MTs Negeri 3 Buol, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Fokus penelitian meliputi penerapan kesetaraan gender dalam struktur kepengurusan OSIS, partisipasi siswa dalam kegiatan organisasi, integrasi nilai kesetaraan gender dalam program kerja, serta dukungan kebijakan dan peran sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 26 orang yang terdiri atas kepala sekolah, pembina OSIS, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), pengurus inti OSIS, dua anggota OSIS, serta delapan belas siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai kesetaraan gender dalam kegiatan OSIS di MTs Negeri 3 Buol mulai terlihat melalui keterlibatan siswa lakilaki dan perempuan dalam kepengurusan dan kegiatan organisasi. Pada aspek kesempatan kepemimpinan, peluang bagi laki-laki dan perempuan terbuka, namun ketua OSIS masih didominasi siswa laki-laki karena stereotip gender dan rendahnya minat kepemimpinan siswa perempuan. Pada aspek partisipasi organisasi, kedua gender telah terlibat dalam program kerja meskipun belum merata. Pada pembagian peran dan tugas, tanggung jawab telah disesuaikan dengan bidang masing-masing, namun masih dipengaruhi persepsi gender. Pada aspek program kegiatan, OSIS belum secara khusus mengintegrasikan nilai kesetaraan gender. Sementara itu, pada aspek perubahan sikap dan pola pikir, sebagian besar siswa masih dipengaruhi stereotip gender sehingga perubahan sikap belum terlihat signifikan. Faktor pendukung meliputi kebijakan sekolah yang terbuka, peran guru, pembelajaran kolaboratif, dan dukungan kurikulum, sedangkan faktor penghambat meliputi budaya patriarki, keterbatasan pemahaman siswa, resistensi pasif, serta belum adanya kebijakan dan program khusus. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi gender, pembinaan berkelanjutan, serta perumusan kebijakan sekolah yang lebih sistematis. Kata Kunci: Budaya sekolah; Kesetaraan gender; OSIS; Partisipasi siswa; PPKn.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

slot gacor https://vta.kemenhub.go.id/assets/