| JudulEFEKTIVITAS STRATEGI PEMBINAAN NARAPIDANA KASUS NARKOTIKA DALAM MENCEGAH RESIDIVIS (STUDI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB AMPANA) |
| Nama: FILDAYANTI RATA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Fildayanti Rata (2026), Efektivitas Strategi Pembinaan Narapidana Kasus Narkotika dalam Mencegah Residivis (Studi pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana). Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing: Hasdin,. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas strategi pembinaan narapidana kasus narkotika dalam mencegah residivis serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana. Penelitian ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una. Subjek penelitian berjumlah 9 orang yang terdiri atas 4 orang petugas pemasyarakatan dan 5 orang narapidana residivis kasus narkotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi pembinaan narapidana kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ampana tergolong cukup efektif, hal ini ditinjau dari keterlaksanaan tugas pokok dan fungsi, keterlaksanaan program, penegakan aturan secara konsisten, serta ketercapaian tujuan. Pembinaan dilaksanakan melalui pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, serta program rehabilitasi narkotika yang mampu membentuk perubahan perilaku positif, meningkatkan kesadaran hukum dan keagamaan, serta membekali narapidana dengan keterampilan kerja. Efektivitas pembinaan tercermin dari rendahnya angka residivis dibandingkan jumlah narapidana yang telah bebas serta adanya pengakuan narapidana terhadap perubahan sikap dan pola pikir setelah mengikuti pembinaan. (2) Kendala dalam pelaksanaan strategi pembinaan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, jumlah sumber daya manusia yang belum sebanding dengan jumlah warga binaan, serta kondisi over capacity yang berdampak pada optimalisasi pelaksanaan pembinaan. Kendala tersebut menyebabkan pelaksanaan pembinaan belum sepenuhnya berjalan maksimal meskipun program pembinaan tetap dapat dilaksanakan. Kata Kunci: Narapidana Narkotika, Residivis, Strategi Pembinaan. |