Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulNILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI TAKIRAN SUKU JAWA DAN RELEVANSINYA DENGAN CIVIC PARTICIPATION DI DESA POLO PANGALE SULAWESI BARAT
Nama: DEWI AGUSTIN
Tahun: 2026
Abstrak
Dewi Agustin, 2026 “ Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Takiran Suku Jawa dan Relevansinya dengan Civic Participation di Desa Polo Pangale Sulawesi Barat”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Tadulako. Imran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan partisipasi masyarakat Desa Polo Pangale dalam melaksanaan tradisi takiran, (2) Mengidentifikasi upaya yang dilakukan masyarakat Desa Polo Pangale untuk mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi takiran. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 14 orang yang terdiri dari 2 tokoh agama, 9 tokoh masyarakat, dan 3 tokoh pemuda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Partisipasi masyarakat dalam tradisi Takiran terlihat melalui turut berperan serta dalam suatu kegiatan dari awal persiapan hingga selesainya kegiatan, keikutsertaan masyarakat dalam membawa dan menyiapkan Takir sebagai bentuk sedekah, serta peran serta kolektif dalam menjaga kelangsungan tradisi. Selain itu, (2) Upaya masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dilakukan dengan terus melaksanakan doa bersama sebagai salah satu bentuk penerapan nilai religius, melihat bentuk nilai estetika, menanamkan nilai gotong royong, , penerapan nilai moral dan nilai toleransi, serta melibatkan generasi muda dalam setiap pelaksanaan tradisi. Tradisi Takiran terbukti memiliki relevansi yang kuat dalam membentuk civic participation masyarakat melalui sikap sukarela, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Tradisi Takiran dapat dilihat melalui dua aspek, yaitu aspek religius dan aspek sosial. Budaya religius mempunyai arti sekumpulan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol. Nilai-nilai sosial itu seperti nilai gotong-royong, nilai kerukunan, nilai toleransi dan nilai kekeluargaan. Kata Kunci: Civic Participation, Kearifan Lokal, Tradisi Takiran.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up