Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPersepsi Masyarakat Terhadap Upacara Adat Lodo Kusang Didesa Wolomotong Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur
Nama: FORTUNATUS MOA
Tahun: 2021
Abstrak
Fortunatus Moa, 2021. Persepsi Masyarakat Terhadap Upacara Adat Lodo Kusang Di Desa Wolomotong Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako pembimbing: Anthonius Palimbong. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap upacara adat Lodo Kusang di Desa Wolomotong Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur, (2) mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap tahapan –tahapan upacara adat Lodo kusang, adapun informan/subjek penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 1 orang kepala desa, 1 orang ketua adat, 2 orang tokoh masyarakat, 1 orang tokoh agama, adapun teknik penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Subjek pada penelitian ini yaitu masyarakat Desa Wolomotong. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) masyarakat beranggapan bahwa upacara adat Lodo Kusang di Desa Wolomotong yaitu sebagai upacara untuk mengantar arwah orang yang telah meninggal ketempat terakhir bagi arwah, adapun persepsi masyarakat dari sudut pandang, ekonomi, agama dan secara status sosial, dari sudut pandang ekonomi sendiri masyarat beranggapan bahwa upacara adat ini membutuhkan biaya yang sangatlah mahal sehingga masyarakat memilih untuk menunda melaksanakan upacara adat ini, dan dari sudut pandang agama masyarakat berpendapat bahwa upacara adat ini sejalan dan tidak bertentangan sama sekali dengan agama khatolik yang menjadi agama masyarakat di Desa Wolomotong karena arwah orang yang telah meninggal belum langsung menuju surga namun masih berada di alam fana ini sehingga dilakukan upacara ini untuk mengantar arwah ke alam penantian, sedangkan dari status sosial masyarakat yang telah melaksanakan upacara ini dianggap sebagai keluarga yang mampu dan hidup berkecukupan. (2) . Tahapan-tahapan dari upacara adat Lodo Kusang Ini adalah sebagai berikut toma ai tali, liko, wera urun papa kabor, lodo, plaha tede oha, dan tewi ohu, walaupun banyak tahapan yang di lakukan masyarakat adat di Desa Wolomotong tetap menerima dan menjalankan tahapan-tahapan tersebut tanpa mengurangi atau melewati satu tahapan pun karena masyarakat beranggapan bahwa tahapan-tahapan upacara adat ini tidak bisa di hilangkan karena setiap tahapan memiliki maknanya masing-masing. Kata kunci : persepsi, Lodo Kusang.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up