Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulSejarah Rumah Adat Sou Eo Di Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru
Nama: ANNISA WULANDARI
Tahun: 2025
Abstrak
Annisa Wulandari 2025, Sejarah Rumah Adat Sou Eo di Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing: Haliadi. Pokok permasalahan dalam penelitian ini ada tiga, yaitu: (1) Bagaimana sejarah rumah adat Sou Eo di Desa Loru; (2) Bagaimana simbol dan makna dalam ragam hias rumah adat Sou Eo di Desa Loru; (3) Bagaimana perubahan bentuk rumah adat Sou Eo, serta faktor apa yang mempengaruhi perubahan tersebut. Tujuan dari hasil penelitian ini, yaitu: (1) Mempelajari dan memahami sejarah rumah adat Sou Eo di Desa Loru; (2) Menjelaskan simbol dan makna yang terkandung dalam ragam hias rumah adat Sou Eo di Desa Loru; (3) Menganalisis perubahan bentuk rumah adat Sou Eo, serta mengidentifikasi faktor yang mendasari perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yang terdiri dari: Heuristik, Kritik sumber (verifikasi), Interpretasi dan Historiografi dengan menggunakan pendekatan antropologi. Berdasarkan metode sejarah dan pendekatan antropologi, penelitian ini menemukan bahwa rumah adat Sou Eo mengalami empat tahap transformasi; (1) Pembangunan awal terjadi sejak tahun 1800- an, sebelum kedatangan Kruyt dan Adriani ke Raranggonau pada 1897 dalam misi pengkristenan. Pada periode 1902-1916, terjadi perang Sidima yang memengaruhi keberlangsungan bangunan ini. (2) Revitalisasi pertama dilakukan pada tahun 1942 dengan pembaruan atap, bersamaan dengan peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Tahun 1958, terjadi dampak dari pergolakan PRRI/Permesta di Sulawesi Tengah, yang juga mempengaruhi kondisi masyarakat dan bangunan. (3) Tahun 2013, rumah adat Sou Eo mengalami perbaikan atap dengan menggunakan rumbia dan ijuk, sebelum akhirnya diganti dengan atap seng. (4) Tahun 2021, rekonstruksi besar dilakukan dengan pendanaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, yang mencakup perubahan struktur bangunan, penggunaan tiang segi empat, dan penguatan material atap. Dari perspektif antropologi, penelitian ini menemukan bahwa simbol dan makna dalam ragam hias rumah adat Sou Eo memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Loru. Ornamen seperti taiganja melambangkan kesuburan, kain kuning di tiang utama menandakan kepemimpinan, tanduk kerbau sebagai lambang kebesaran dan sanksi adat, serta perlengkapan adat seperti tombak dan hulu guma mencerminkan keberanian masyarakat Kaili. Secara metodologi sejarah, perubahan pada rumah adat Sou Eo terlihat dari hilangnya ukiran-ukiran tradisional, perubahan atap dari rumbia ke seng, serta penghilangan elemen khas seperti gampiri atau lumbung padi. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai upaya pelestarian rumah adat Sou Eo serta dinamika perubahan budaya yang dialami masyarakat Kaili. Kata Kunci: Sejarah, Rumah Adat Sou Eo, Simbol Makna, dan Perubahan.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up