| JudulSEJARAH JEMBATAN I-IV KOTA PALU |
| Nama: MOHAMMAD ZAZKY ARIFANDY |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang: (1) bagaimana sejarah pembangunan Jembatan I–IV Kota Palu; (2) bagaimana peran dan fungsi Jembatan I–IV Kota Palu bagi masyarakat di sekitarnya; dan (3) bagaimana kondisi dan keadaan Jembatan I–IV Kota Palu pascabencana 2018. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan sejarah pembangunan Jembatan I–IV Kota Palu; (2) menjelaskan peran dan fungsi Jembatan I–IV Kota Palu; dan (3) menganalisis serta mendeskripsikan kondisi keempat jembatan di Kota Palu pascabencana alam tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan multidimensional diterapkan dengan mengintegrasikan perspektif ekonomi, sosial-budaya, dan geografis. Data dikumpulkan melalui studi arsip, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pejabat terkait, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jembatan I mulai dibangun sekitar tahun 1920-an pada era kolonial Belanda, lalu dibangun kembali oleh pemerintah Indonesia dan diresmikan pada tahun 1976; Jembatan II diresmikan tahun 1989 sebagai bagian dari modernisasi Orde Baru; Jembatan III dibangun hampir bersamaan dengan Jembatan II; dan Jembatan IV diresmikan tahun 2006, namun runtuh total akibat gempa 7,4 SR pada 28 September 2018. Keempat jembatan berfungsi vital sebagai penghubung ekonomi, ruang interaksi sosial, dan simbol identitas kota. Pascabencana 2018, Jembatan I bertahan tanpa kerusakan berarti, Jembatan II dan III mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara Jembatan IV direkonstruksi dengan bantuan Jepang yang lebih tahan gempa hingga 8,5 SR. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jembatan-jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan cerminan dinamika sosial-politik pembangunan dan transformasi sosial-ekonomi Kota Palu dari era kolonial Belanda hingga masyarakat kontemporer di Kota Palu. |