Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulADAT PERKAWINAN SUKU BALAESANG (Studi Kasus Di Desa Kamonji Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala)
Nama: ALFAINA
Tahun: 2021
Abstrak
ABSTRAK Alfaina, 2021. Adat Perkawinan Suku Balaesang (Studi Kasus di Desa Kamonji Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala). Program Studi Pendidikan Sejarag, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu. Pembimbing: Nuraedah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar belakang sejarah adat perkawinan suku Balaesang? (2) Bagaimana prosesi adat perkawinan suku Balaesang? (3) Bagaimana perubahan sosial perkawinan suku Balaesang?. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan latar belakang sejarah adat perkawinan suku Balaesang. (2) Mendeskripsikan prosesi adat perkawinan suku Balaesang. (3) Menjelaskan perubahan sosial budaya adat perkawinan suku Balaesang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus yaitu suatu penelitian yang menekankan pada satu objek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi Penelitian yaitu di desa Kamonji Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala dengan informan yang telah ditentukan. Jumlah subjek dalam penelitian 8 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Adat perkawinan suku Balaesang merupakan suatu kearifan lokal suku Balaesang (To-Balaesan) tidak terlepas pada kepercayaan mereka terhadap roh nenek moyang yang sudah mati. Tata cara perkawinan suku Balaesang di desa Kamonji telah mengalami perkembangan yaitu terjadinya perubahan dalam prosesi perkawinannya, diantaranya penggunaan pohon sagu, kelapa, dan cengkeh sebagai mahar perkawinan diganti dengan uang Rp. 110.000 dan seperangkat alat sholat. Ditinggalkannya adat mering falu pasili artinya adat memandikan pengantin yang baru menikah pada tahun 1970-an, hilangnya adat pembuka jalan (batu pangimpot) bagi pengantin pria, hilangnya tradisi sambut-menyambut kedatangan pengantin. Kata kunci: Adat, Perkawinan, Suku Balaesang

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up