| JudulANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT; BESI DALAM LAMUN Enhalus Acoroides DI WILAYAH PESISIR TELUK PALU |
| Nama: SRI TINANINGSIH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Sri Tinaningsih, 2025. “Analisis Kandungan Logam Berat; Besi Dalam Lamun Enhalus acoroides DI Wilayah Pesisir Teluk Palu“. Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UniversitasTadulako, Pembimbing Prof. Dr. H. Tahril, M.Si., M.Pd.I., M.P. Penelitian ini mengukur konsentrasi logam berat besi (Fe) pada lamun Enhalus acoroides di dua lokasi pesisir Teluk Palu, Sulawesi Tengah: satu dekat area penambangan Galian C dan satu lagi lebih jauh. Sampel daun dianalisis dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) untuk mengetahui kadar Fe. Hasilnya, ratarata konsentrasi Fe di lokasi dekat penambangan adalah 6,0 mg/L (rentang 5,91– 6,13 mg/L), sedangkan di lokasi jauh 5,9 mg/L (rentang 5,79–6,00 mg/L). Perbedaan 0,1 mg/L antara kedua lokasi tidak signifikan secara statistik. Ini menunjukkan bahwa jarak terhadap aktivitas penambangan tidak secara langsung memengaruhi akumulasi Fe pada daun Enhalus acoroides. Kondisi ekologi setempat menunjukkan bahwa aktivitas penambangan meningkatkan penyebaran sedimen dan unsur hara, yang kemudian mendistribusikan logam secara lebih merata di kolom air dan sedimen. Nutrien yang melimpah dapat mendorong pertumbuhan padang lamun yang lebih luas dan rapat di dekat sumber nutrien. Sebaliknya, lamun yang lebih jauh dari sumber nutrien cenderung tumbuh jarang atau terputus-putus. Proses ini menjelaskan keseragaman konsentrasi Fe di kedua lokasi. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan kadar Fe pada daun Enhalus acoroides relatif stabil di lokasi yang dekat maupun jauh dari aktivitas Galian C. Proses hidrodinamika berskala besar dan transport sedimen terbukti lebih berpengaruh dalam mengatur distribusi logam di ekosistem pesisir dibandingkan masukan lokal dari aktivitas penambangan. Kata kunci: Enhalus acoroides, kadar Besi (Fe), lamun (Seagrass), galian C, Teluk Palu, SSA. |