| JudulKARAKTERISTIK DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN LILIN AROMATERAPI SEBAGAI ANTI NYAMUK MELALUI FORMULASI MINYAK ATSIRI DARI DAUN PINUS (Pinus Merkusii) DAN BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes Tuberosa L.) |
| Nama: FEBBY ANNA ELVITA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Minyak atsiri bunga sedap malam dikenal memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk dan dapat membunuh serangga serta memiliki kandungan eugenol yang bermanfaat sebagai antioksidan. Oleh karena itu, minyak atsiri ini dimanfaatkan sebagai lilin aromaterapi. Minyak atsiri yang juga memilki aroma khas adalah minyak atsiri daun pinus. Aromanya dapat meredakan gejala pilek juga tidak disukai nyamuk. Tujuan penelitian ini untuk menentukan karakteristik dan efektivitas ekstrak minyak atsiri daun pinus (Pinus merkusii) dan bunga sedap malam (Polianthes tuberosa L) sebagai lilin aromaterapi antinyamuk. Metode penelitian yang digunakan eksperimen murni (true eksperimental). Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah daun pinus dan bunga sedap malam. Daun pinus segar diekstraksi menggunakan metode destilasi uap air sedangkan minyak atsiri bunga sedap malam diperoleh secara komersial dari produsen. Kemudian dilakukan tahap evaluasi sediaan lilin aromaterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji organoleptik setiap formulasi telah memenuhi SNI, waktu bakar paling lama 226 menit, titik leleh 50ºC–58ºC. Hasil uji efek terapi F1 dan F4 menunjukkan rasa rileks dan segar. Presentase kematian nyamuk formulasi F0, F1, F2, F3 dan F4 sebesar 0%, 27%, 37%,43%, dan 53%. Dapat disimpulkan bahwa F0, F1, F2, dan F3 tidak efektif membunuh nyamuk karena hanya formulasi F4 yang mencapai kriteria lethal concentarion 50 (LC50). Hal ini membuktikan bahwa pada formulasi F4 kandungan minyak atsiri berupa eugenol dan ?-pinene memberikan efek toksik dengan tingkat mortalitas nyamuk tertinggi serta kombinasi ini berpotensi digunakan sebagai lilin aromaterpi anti nyamuk . Kata Kunci : Bunga sedap malam, Daun pinus, Lilin aromaterapi, Nyamuk |