Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulEFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN CORE DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA
Nama: WILIAM
Tahun: 2026
Abstrak
Memasuki era pendidikan abad ke-21, kemampuan numerasi dan berpikir kritis menjadi fondasi krusial bagi siswa dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks, namun pada kenyataannya, capaian numerasi siswa SMK di Indonesia masih tergolong mengkhawatirkan akibat proses pembelajaran yang cenderung monoton. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini dilaksanakan untuk menguji serta menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) yang diintegrasikan dengan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Fokus utama kajian ini diarahkan pada bagaimana model tersebut berdampak bagi siswa dengan berbagai preferensi gaya belajar, mulai dari visual, auditorial, hingga kinestetik. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui desain eksperimen semu (quasi-experimental) rancangan faktorial, penelitian ini melibatkan 64 siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sigi yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang dihimpun melalui angket gaya belajar serta tes kemampuan berpikir kritis kemudian dianalisis menggunakan uji Welch ANOVA guna mengatasi kondisi varians data yang heterogen. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa penerapan model CORE dengan pendekatan diferensiasi secara signifikan jauh lebih efektif dibandingkan model saintifik, di mana kelas eksperimen berhasil mencapai nilai rata-rata 95,53 yang jauh melampaui kelas kontrol dengan rata-rata 73,31. Secara spesifik, siswa dengan gaya belajar kinestetik mencatatkan pencapaian tertinggi, disusul oleh kelompok visual dan auditorial yang seluruhnya menunjukkan performa sangat baik di atas angka 90. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi model CORE dan pembelajaran berdiferensiasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta responsif, di mana kunci peningkatan kemampuan berpikir kritis terletak pada kemampuan guru dalam menghubungkan konsep lama dengan pengetahuan baru melalui ruang refleksi yang sesuai dengan kebutuhan individu.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

MUSANG178