| JudulANALYSIS OF LEARNING OBSTACLES OF SEVENTH-GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 BIAU ON FRACTIONS |
| Nama: NUR AULIA DWI CAEZAR M. JUPRI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Nur Aulia Dwi Caezar M. Jupri, 2025. “Analisis Learning Obstacle Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Biau pada Materi Pecahan”. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing Dr. Dasa Ismaimuza, M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacle siswa kelas VII SMP Negeri 1 Biau pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian tiga siswa, masing-masing memiliki kemampuan matematika tinggi (ST), sedang (SS), dan rendah (SR). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Learning obstacle yang ditemukan pada ST yaitu (1) epistemological obstacle, yang meliputi hambatan teknik operasional akibat kurangnya ketelitian dalam menyelesaikan soal. Learning obstacle yang ditemukan pada SS yaitu (1) ontogenic obstacle, yang meliputi hambatan psikologis berupa rendahnya motivasi dan keaktifan SS dalam proses belajar meskipun memiliki minat terhadap matematika dan hambatan instrumental yang berkaitan dengan pemahaman teknis dalam penyelesaian soal; (2) epistemological obstacle, yang terdiri atas hambatan konseptual berupa kesulitan memahami hubungan antarpecahan dan hambatan prosedural karena belum mampu menentukan langkah penyelesaian secara tepat termasuk dalam menggunakan aturan yang sistematis; dan (3) didactical obstacle, yang tampak dari kecenderungan SS mengikuti prosedur yang diajarkan guru tanpa memahami makna dari setiap langkah penyelesaian. Learning obstacle yang ditemukan pada SR yaitu (1) ontogenic obstacle, yang meliputi hambatan psikologis berupa rendahnya keaktifan dan motivasi belajar serta rasa tidak menyukai pelajaran pecahan, hambatan instrumental berupa kurangnya respons terhadap kesalahan dan ketergantungan pada bimbingan guru, serta hambatan konseptual karena belum memahami pecahan sebagai bagian dari keseluruhan dan mengalami miskonsepsi dalam membandingkan pecahan; (2) epistemological obstacle, yang terdiri atas hambatan konseptual berupa kesulitan memahami kesetaraan pecahan, cara menyamakan penyebut dan hubungan antarpecahan, serta hambatan prosedural karena belum mampu menyusun langkah penyelesaian secara sistematis dan menerapkan aturan dengan benar; dan (3) didactical obstacle, yang tampak dari kecenderungan SR mengikuti prosedur yang diajarkan guru tanpa memahami makna dari setiap langkah penyelesaian. Kata Kunci : Learning obstacle, Pecahan, Kemampuan matematika. |