| JudulANALISIS NUMERASI SISWA KELAS VIII SMP INTEGRAL HIDAYATUYLLAH PALU MLALUI PENYELESAIAN TES NUMERASI DITINJAU DARI GGAYA KOGNITIF |
| Nama: MELINIS |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Melinis. 2025. “Analisis Numerasi Siswa Kelas VIII SMP Integral Hidayatullah Palu Melalui Penyelesaian Tes Numerasi Ditinjau dari Gaya Kognitif”. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing Anggraini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan numerasi siswa kelas VIII SMP Integral Hidayatullah Palu Ditinjau dari Gaya Kognitif dalam menyelesaikan tes numerasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah satu siswa bergaya kognitif field independent (FI) dan satu siswa bergaya field dependent (FD). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes gaya kognitif, tes numerasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa numerasi siswa dengan gaya kognitif FI memenuhi ketiga indikator numerasi yaitu pemahaman, penerapan dan penalaran dibuktikan dengan kemampuan untuk memahami masalah, dapat menemukan informasi relevan dan tidak relevan pada soal yang disajikan dalam bentuk diagram atau tabel. Siswa dengan gaya kognitif FI menggunakan kemampuan bernalarnya dengan baik untuk merancang dan menerapkan strategi dalam menyelesaikan masalah serta memberikan kesimpulan yang tepat beserta alasannya. Siswa dengan gaya kognitif FI tidak menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal pertama dan pada saat wawancara diketahui bahwa siswa dengan gaya kognitif FI memperoleh nilai yang salah untuk kenaikan nilai rata-rata konsumsi sayuran orang Indonesia pada tahun 2017 dari tahun sebelumnya sebesar 8,41 yang seharusnya sebesar 8,22 (sebelum dibulatkan). Walaupun demikian, kesimpulan yang didapatkan tetaplah benar karena kedua bilangan desimal tersebut jika dibulatkan hingga tidak ada koma hasilnya adalah 8. Siswa dengan gaya kognitif FI cenderung langsung pada persoalan dan tidak merumuskan masalah dalam bentuk matematika. Numerasi siswa dengan gaya kognitif FD tidak memenuhi indikator numerasi yaitu pemahaman, penerapan dan penalaran. Siswa dengan gaya kognitif FD kurang analitis dalam menyelesaikan masalah karena hanya dapat memahami dan menyelesaikan soal pertama tetapi menyimpulkan hasil penyelesaian dengan sembarang sehingga tidak dapat memberikan kesimpulan yang tepat. Siswa dengan gaya kognitif FD tidak mampu memahami soal kedua karena kesulitan mengidentifikasi informasi yang disajikan dalam bentuk tabel sehingga tidak dapat menyelesaikannya Kata kunci: Literasi Matematika, Numerasi, AKM, Konten Bilangan, Gaya Kognitif |