Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMAN 1 SINDUE DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI PELUANG DITINJAU DARI SELF-EFFICACY
Nama: DIAN ANGGRAINI
Tahun: 2026
Abstrak
Dian Anggraini, 2025. “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMAN 1 Sindue Dalam Menyelesaikan Soal Peluang Ditinjau Dari Self-efficacy”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako, Pembimbing Drs. Muh. Hasbi, M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal materi peluang ditinjau dari self-efficacy. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Sindue dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa dengan kategori self-efficacy tinggi, sedang, dan rendah yang dipilih berdasarkan hasil angket. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain angket, tes tertulis dan pedoman wawancara. Uji kredibilitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator interpretasi, siswa self-efficacy tinggi dapat memahami maksud soal dan mengidentifikasi informasi secara tepat. Siswa dengan self-efficacy sedang menunjukkan pemahaman yang cukup, meskipun belum sepenuhnya tepat, sedangkan siswa dengan self-efficacy rendah masih mengalami kebingungan dalam memahami soal. Pada indikator analisis, siswa self-efficacy tinggi mampu mengaitkan konsep peluang dengan informasi yang ada dalam soal secara logis. Siswa self-efficacy sedang mampu menganalisis sebagian aspek soal, namun seringkali kesulitan dalam menjelaskan hubungan antar konsep. Siswa self-efficacy rendah kesulitan dalam menghubungkan konsep dan langkah penyelesaian. Pada indikator evaluasi, siswa self-efficacy tinggi dapat aktif dalam memeriksa hasil pengerjaannnya, sementara siswa self-efficacy sedang cenderung hanya mengecek hasil akhir, tanpa mengevaluasi hasil pengerjaannya. Siswa self-efficacy rendah tidak mampu melakukan evaluasi terhadap hasil pengerjaannya. Pada indikator inferensi, siswa self-efficacy mampu memberikan strategi alternatif dan bisa menarik kesimpulan dari penyelesaian soal. Siswa selfefficacy sedang masih ragu dan kurang yakin dengan adanya strategi alternatif lain tetapi dapat menyimpulkan secara sederhana, dan siswa self-efficacy rendah tidak dapat memberikan strategi alternatif lain dan tidak dapat membuat kesimpulan dari hasil yang diperoleh. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal peluang memiliki variasi pada setiap indikator dan dipengaruhi oleh tingkat self-efficacy masing-masing siswa. Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, soal peluang, self-efficacy

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up