Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPeningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu Pada Materi Lingkaran Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS)
Nama: JUSMA
Tahun: 2019
Abstrak
ABSTRAK Jusma. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu Pada Materi Lingkaran Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing (I) Gandung Sugita, (II) Bakri M. Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu pada materi lingkaran. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu pada materi lingkaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu terdiri atas empat komponen: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi lingkaran di kelas VIIIA SMP Negeri 20 Palu, dengan mengikuti proses pembelajaran sebagai berikut: Pada fase menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada siklus I siswa dapat menentukan besar sudut pusat dan besar sudut keliling lingkaran dan pada siklus II siswa dapat menentukan panjang busur dan luas juring lingkaran. Pada fase menyajikan informasi peneliti menyajikan materi lingkaran, pada siklus I tentang hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran dan pada siklus II tentang hubungan sudut pusat, panjang busur dan luas juring lingkaran. Pada fase mengorganisasikan kedalam kelompok, peneliti membentuk kelompok yang heterogen yang setiap kelompok beranggotakan 4-5 orang. Pada fase membimbing kelompok, peneliti memberikan bimbingan kepada kelompok-kelompok yang mengalami kesulitan dan yang masih belum mengerti dalam menyelesaiakan soal-soal LKPD. Setelah menyelesaikan LKPD siswa menyebar ke kelompok lain dengan 2-3 anggota tinggal di kelompok yang bertugas untuk membagikan hasil LKPD mereka ke kelompok yang datang bertamu dan 2 anggota kelompoknya bertamu ke kelompok lainnya yang bertugas untuk mencari dan memperoleh informasi, setelahnya informasi atau jawaban LKPD yang didapat dari kelompok lainnya akan di periksa kesesuaiannya dengan jawaban kelompok. Selanjutnya pada fase evaluasi peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan mereka, dan fase memberikan penghargaan peneliti mengapresiasi semangat belajar siswa dengan tepuk tangan. Kata kunci: Two Stay Two Stray (TSTS), model kooperatif, hasil belajar, lingkaran

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up