| JudulANALISIS FILOGENETIK KUPU-KUPU E N D E M I K S U L AW E S I Papilio Blumei BERDASARKAN GEN COI (CYTOCHROME OXIDASE I) |
| Nama: RIZKIA KHAIRUNNISA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Abstrak. Filogenetika adalah metode yang digunakan untuk mempelajari dan menganalisis hubungan evolusi di antara organisme hidup. Dalam studi filogenetik, organisme yang memiliki sifat atau karakteristik serupa dianggap memiliki hubungan evolusi yang dekat, karena diasumsikan berasal dari nenek moyang yang sama. Papilio blumei dicirikan oleh sayap dengan warna hijau cerah dan berkilauan. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan filogenetik P. blumei berdasarkan gen subunit sitokrom oksidase I (COI). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode jelajah (eksplorasi). DNA diisolasi menggunakan Kit Ekstraksi DNA GS 100gSYNCTM. Amplifikasi DNA dilakukan menggunakan primer COI (LCO1490 forward dan HCO2198 reverse) melalui reaksi berantai polimerase (PCR). Elektroforesis DNA dilakukan menggunakan gel agarosa 1%, transilluminator UV, dan sistem dokumentasi gel. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak GeneStudio, DnaSP, BLAST, DNASTAR, dan MESQUITE, dan rekonstruksi filogenetik dilakukan menggunakan metode Neighbor-Joining dan Maximum Likelihood di MEGA 11 dengan model Kimura 2-parameter dan 10.000 replikasi bootstrap. Hasilnya menunjukkan bahwa sampel DNA memiliki identitas 99,50?ngan sekuens referensi di GenBank. Analisis variasi genetik mengungkapkan dua haplotip dengan keragaman haplotip (hd = 0,600 ± 0,175) dan keragaman nukleotida (? = 0,00051 ± 0,00015). Rekonstruksi pohon filogenetik membentuk satu kluster monofiletik tunggal P. blumei dengan nilai bootstrap berkisar dari 99% hingga 100%. Jarak genetik sebesar 0,00% di antara populasi dari Sulawesi Tengah (PBPSST.1, PBPSST.2, PBPSST.3), Sulawesi Utara (JQ982056.1), dan Sulawesi Selatan (JQ982058.1) menegaskan bahwa semua sampel P. blumei memiliki hubungan genetik yang sangat dekat. Kata kunci: Analisis filogenetik; Keanekaragaman hayati; Subunit I sitokrom oksidase (COI); Papilio blumei; Sulawesi |