Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT KELURAHAN MAESA KECAMATAN PARIGI DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Nama: AZZAHRA MAHARANI
Tahun: 2026
Abstrak
Azzahra Maharani, 2025. “Etnobotani Tumbuhan Obat Tradisional pada Masyarakat di Kelurahan Maesa Kecamatan Parigi dan Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Palu. Pembimbing : (1) Abd. Hakim Laenggeng, (2) Yulia Windarsih. Masyarakat Kelurahan Maesa dalam mewariskan pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat tradisional umumnya dilakukan secara lisan dan turun-temurun dalam lingkungan keluarga. Pola pewarisan ini akan dikhawatirkan akan semakin tergerus oleh pengaruh modernisasi yang berkembang pesat, sehingga berpotensi menyebabkan punahnya kearifan lokal yang telah lama dimiliki masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat Kelurahan Maesa serta mengembangkan media pembelajaran berupa e-book berbasis hasil penelitian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dipilih menggunakan teknik snowball sampling karena tabib di wilayah penelitian sudah tidak ada, sehingga data diperoleh langsung dari masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 36 spesimen dari 26 famili tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Kelurahan Maesa. Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi daun, batang, buah, akar, dan kulit dengan metode pengolahan yang bervariasi, seperti direbus, ditumbuk, diperas, dioles, maupun digunakan secara langsung. Selain berfungsi dalam pengobatan, beberapa tumbuhan juga memiliki nilai budaya, misalnya cocor bebek (Kalanchoe pinnata) yang digunakan masyarakat Bugis dalam ritual pindah rumah, serta sirih (Piper betle) dan pinang (Areca catechu) yang digunakan masyarakat Kaili Tara dalam prosesi pernikahan (sambulugana). Berdasarkan hasil penilaian kelayakan yang dilakukan oleh tiga dosen ahli (ahli isi, desain, dan media) serta uji coba kepada mahasiswa, diperoleh persentase 82,95%. Yaitu kategori sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Etnobotani, tumbuhan obat, e-book

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

MUSANG178