| JudulPENGARUH MEDIA GEMPA BUMI BERBASIS INKUIRI TERHADAP LITERASI SAINS DAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH TERDAMPAK LIKUIFAKSI PETOBO |
| Nama: ARUM MAULIDIYAH |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran gempa bumi berbasis inkuiri terbimbing terhadap literasi sains dan keterampilan berpikir kritis peserta didik di sekolah-sekolah terdampak likuifaksi di Kelurahan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya capaian literasi sains peserta didik sekolah dasar di wilayah terdampak bencana gempa bumi dan likuifaksi 2018, serta minimnya pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen tipe Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VI dari lima sekolah dasar di wilayah Petobo, yaitu SD Negeri 1 Petobo, SD Negeri 2 Petobo, SD Inpres Petobo, SD Islam Al-Akbar Petobo, dan SD Islam Iqra Petobo, dengan total 53 peserta didik yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen (n=32) dan kelompok kontrol (n=21). Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran inkuiri terbimbing melalui pembuatan media seismograf sederhana dari bahan daur ulang, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian terdiri atas tes literasi sains yang mengacu pada tiga dimensi PISA dan tes keterampilan berpikir kritis yang mengacu pada enam indikator Facione, keduanya telah divalidasi ahli dengan kategori sangat valid (89%–92%). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh nilai N-Gain literasi sains sebesar 0,71 (kategori tinggi), sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,55 (kategori sedang). Untuk keterampilan berpikir kritis, kelompok eksperimen memperoleh N-Gain sebesar 0,56 (kategori sedang) dan kelompok kontrol sebesar 0,31 (kategori rendah). Hasil uji hipotesis pada kedua variabel menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media gempa bumi berbasis inkuiri terbimbing terhadap literasi sains dan keterampilan berpikir kritis peserta didik dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran inkuiri berbasis konteks kebencanaan lokal merupakan strategi pedagogis yang efektif dalam meningkatkan kompetensi sains dan berpikir kritis peserta didik, sekaligus membangun kesiapsiagaan bencana sejak dini di wilayah rawan gempa dan likuifaksi. |