| JudulStudi Morfologis Tentang Tantangan Derivasi Kata Benda Ke Kata Sifat Yang Dihadapi Oleh Mahasiswa Bahasa Inggris Di Universitas Tadulako |
| Nama: MUSDALIFFA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kesulitan yang dihadapi oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) dalam menggunakan empat sufiks derivatif kata sifat-kata benda (-al, -ous, -ic, dan -ful) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun morfologi derivatif dapat berkontribusi pada pengembangan kosakata dan keterampilan akademik, penggunaan sufiks yang membentuk kata sifat masih menjadi kesulitan bagi banyak pembelajar EFL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif non-eksperimental. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 33 mahasiswa pada semester kelima mata kuliah Morfologi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui tes berisikan 20 soal dan kuesioner berisikan 35 pernyataan yang digunakan untuk menilai kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa. Hasil tes menunjukkan bahwa keempat akhiran tersebut bervariasi dalam tingkat kesulitan. Akhiran -ous dan -ic merupakan yang paling sulit bagi mahasiswa untuk digunakan dengan benar, sementara -al merupakan yang paling mudah. Penggunaan akhiran -ful oleh mahasiswa tidak sepenuhnya berdasarkan prinsip. Namun, tingkat akurasi untuk kata dasar tampaknya menjadi faktor penentu dalam akurasi penggunaan sufiks. Hasil kuesioner juga menunjukkan bahwa pengajaran, kurangnya kesadaran morfologis, ukuran kosakata yang terbatas, dan batasan pedagogis, merupakan tiga variabel utama yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menghasilkan kata sifat. Tidak ada dampak yang signifikan dari faktor lain seperti gangguan bahasa pertama (L1), generalisasi berlebihan, kurangnya latihan produktif, dan paparan yang terbatas terhadap teks autentik. Hasil ini menekankan perlunya memberikan instruksi langsung dalam morfologi derivatif, memperluas jangkauan aktivitas, dan meningkatkan paparan terhadap terminologi akademik. Peningkatan di bidangbidang ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang morfologi dan memungkinkan mereka menghasilkan bahasa akademik yang lebih akurat dan kompleks. Kata kunci: Morfologi derivatif, Pelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL), Kesadaran morfologis, Pembentukan kata benda menjadi kata sifat, Kesulitan sufiks |