| JudulREPRESENTASI MODEL PERMA MARTIN SELIGMAN DALAM NOVEL DOMPET AYAH SEPATU IBU KARYA J.S KHAIREN: KAJIAN ANTRO-PSIKOSASTRA |
| Nama: NUR RATMI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Nur Ratmi, 2026. “Representasi Model PERMA Martin Seligman dalam Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu Karya J.S. Khairen: Kajian Antro-psikosastra”. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Tadulako, Pembimbing (1) Agustan (2) Ulinsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi dan fungsi model PERMA Martin Seligman dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen melalui pendekatan antro-psikosastra. Latar belakang penelitian ini muncul karena kajian sastra cenderung fokus pada sisi negatif psikologis tokoh seperti konflik batin dan trauma, padahal ada aspek positif dalam psikologi tokoh pada karya sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Data berupa kutipan dialog maupun narasi yang berkaitan dengan representasi PERMA dan fungsinya yang juga diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya Minangkabau. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Data dianalisis dengan mengintegrasikan teori psikologi positif dan kajian antropologi sastra untuk mengungkap makna psikologis dan budaya yang terkandung dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima elemen PERMA terepresentasi secara utuh dan saling berkaitan dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu. Elemen Positive Emotion teridentifikasi sebanyak 13 data yang terepresentasi melalui kasih sayang, harapan, dan rasa syukur serta berfungsi sebagai kekuatan batin tokoh. Engagement tercermin dalam keterlibatan penuh tokoh dalam bekerja dan belajar sebagai bentuk tanggung jawab hidup, dengan jumlah temuan sebanyak 7 data. Relationship diwujudkan melalui hubungan keluarga dan dukungan sosial yang menopang kesejahteraan psikologis, elemen ini teridentifikasi sebanyak 20 data. Meaning direpresentasikan melalui pengabdian kepada keluarga dan pemaknaan religius terhadap penderitaan hidup dengan jumlah temuan sebanyak 21 data. Sementara itu, Accomplishment tercermin dalam pencapaian akademik dan sosial yang dimaknai sebagai keberhasilan kolektif keluarga dengan jumlah temuan sebanyak 17 data. Secara fungsional, model PERMA berperan menjelaskan bahwa kesejahteraan psikologis tokoh dibangun melalui keseimbangan antara dimensi psikologis dan nilai budaya Minangkabau yang menekankan kerja keras, ketekunan, dan tanggung jawab keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Dompet Ayah Sepatu Ibu merepresentasikan kesejahteraan psikologis yang kontekstual dan berakar pada kearifan lokal. Kata kunci: model PERMA, psikologis, antro-psikosastra, novel, Minangkabau |