| JudulKESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI SISWA KELAS V SD ALKHAIRAAT SOLONSA KAJIAN SOSIOPRAGMATIK |
| Nama: DARMAWATI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Darmawati,2026. “Kesantunan Berbahasa Dalam Interaksi Siswa Kelas V SD Alkhairaat Solonsa : Kajian Sosiopragmatik“. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Tadulako. Pembimbing (1) Moh.Tahir, Pembimbing (2) Ulinsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kesantunan berbahasa siswa kelas V SD Alkhairaat Solonsa dalam interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia. Secara teoretis, penelitian ini berpijak pada kajian pragmatik yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu Geoffrey Leech, George Yule, John Searle, David Lewis, serta Penelope Brown dan Stephen C. Levinson. Kelima tokoh tersebut sama-sama menempatkan bahasa sebagai aktivitas sosial yang kontekstual. Namun, dalam analisis hasil penelitian, kajian difokuskan pada prinsip kesantunan yang dikemukakan oleh Geoffrey Leech karena teori ini menyediakan klasifikasi maksim yang sistematis untuk mengidentifikasi bentuk kesantunan berbahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, perekaman, dan pencatatan tuturan siswa yang kemudian ditranskripsikan dan dianalisis berdasarkan enam maksim kesantunan Leech, yaitu maksim kebijaksanaan (tact maxim), kedermawanan (generosity maxim), penghargaan (approbation maxim), kesederhanaan (modesty maxim), permufakatan (agreement maxim), dan kesimpatian (sympathy maxim). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa siswa tercermin dalam pematuhan terhadap keenam maksim tersebut, terutama dalam tuturan yang meminimalkan kerugian bagi lawan tutur dan memaksimalkan keuntungan bagi lawan tutur. Selain itu, ditemukan pula beberapa pelanggaran maksim yang dipengaruhi oleh situasi tutur dan relasi sosial antarpartisipan. Dari segi fungsi, kesantunan berbahasa berperan dalam menjaga keharmonisan interaksi, mengurangi potensi konflik, mengatur relasi sosial di kelas, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan komunikatif. Dengan demikian, penerapan prinsip kesantunan Leech terbukti relevan sebagai landasan analisis dalam memahami perilaku berbahasa siswa di lingkungan sekolah dasar. Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Sosiopragmatik, Maksim Leech, Konsep Muka, Pendidikan Dasar. |