| JudulKESANTUNAN BERBAHASA BALI PADA SITUASI FORMAL DAN INFORMAL DI WITA PONDA KABUPATEN MOROWALI:KAJIAN SOSIOPRAGMATIK |
| Nama: NI KADEK AYU KASTINI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak ABSTRAK Kastini, Ni Kadek Ayu. 2026. Kesantunan Berbahasa Bali pada Situasi Formal dan Informal di Wita Ponda Kabupaten Morowali:Kajian Sosiopragmatik. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Magister, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing (I) Yunidar, (II) Ulfah. Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa Bali pada situasi formal dan informal di Wita Ponda, Kabupaten Morowali. Permasalahan penelitian ini berangkat dari dinamika penggunaan bahasa Bali pada komunitas masyarakat Bali transmigran yang hidup dalam lingkungan multietnis, yang berpotensi memengaruhi penerapan prinsip kesantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan strategi kesantunan berbahasa Bali yang digunakan masyarakat Bali di Wita Ponda dalam situasi formal dan informal berdasarkan kajian sosiopragmatik. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosiopragmatik dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan dan teks tertulis berbahasa Bali yang diperoleh melalui metode simak dan metode cakap dengan teknik sadap, simak libat cakap, rekam, dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatis dengan mengacu pada teori kesantunan Brown dan Levinson serta prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa Bali direalisasikan melalui enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Keenam maksim tersebut muncul baik dalam situasi formal maupun informal dengan perbedaan pada pilihan tingkat tutur dan strategi kesantunan. Dalam situasi formal, kesantunan cenderung direalisasikan melalui penggunaan basa alus dan strategi kesantunan yang menekankan penghormatan dan keharmonisan kolektif, sedangkan dalam situasi informal kesantunan diwujudkan melalui bahasa yang lebih sederhana dengan penekanan pada keakraban dan solidaritas sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa Bali bersifat kontekstual dan adaptif, namun tetap berlandaskan nilai-nilai budaya yang dijaga oleh masyarakat Bali transmigran. Kata kunci: kesantunan berbahasa Bali, situasi formal dan informal, sosiopragmatik |