| JudulKETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM PERMAINAN GAME ONLINE FREE FIRE SISWA KELAS TINGGI SDN KURISA: KAJIAN PRAGMATIK |
| Nama: DINA KARINA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Dina Karina, 2026. Ketidaksantunan Berbahasa dalam Permainan Game Online Free Fire Siswa Kelas Tinggi SDN Kurisa Kajian Pragmatik. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Tadulako. Pembimbing Yunidar dan Mohammad Tahir Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidaksantunan berbahasa siswa kelas tinggi SDN Kurisa dalam penggunaan game online Free Fire serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian pragmatik, karena berfokus pada pemaknaan tuturan berdasarkan konteks penggunaannya dalam interaksi nyata. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV, V, dan VI SDN Kurisa yang aktif bermain Free Fire, dengan informan pendukung guru dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perekaman voice chat dan chat teks, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan inventarisasi data, transkripsi, reduksi, klasifikasi, dan interpretasi data dengan menggunakan teori ketidaksantunan berbahasa Jonathan Culpeper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksantunan berbahasa yang dominan digunakan siswa meliputi bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, sarcasm/irony, dan withhold politeness. Bentuk tuturan yang paling sering muncul berupa makian, ejekan, sindiran, perintah langsung tanpa mitigasi, serta penggunaan slang kasar dan jargon permainan yang merendahkan mitra tutur. Faktor-faktor yang memengaruhi munculnya ketidaksantunan berbahasa meliputi faktor internal, seperti kontrol emosi yang rendah dan pemahaman norma kesantunan yang terbatas, serta faktor eksternal, seperti pengaruh teman sebaya, budaya komunikasi dalam game online, anonimitas digital, dan lemahnya pengawasan penggunaan game online. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi dalam game online Free Fire berkontribusi terhadap terbentuknya kebiasaan berbahasa yang cenderung tidak santun dan berpotensi terbawah ke lingkungan sekolah maupun rumah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru, orang tua, dan sekolah dalam membina literasi digital, etika komunikasi, serta pendidikan karakter siswa agar tetap mampu menjaga kesantunan berbahasa di tengah perkembangan teknologi digital. Kata Kunci: Ketidaksantunan Berbahasa, Pragmatik, Game Online, Free Fire. |