Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulPENERAPAN MODEL THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS V SDN 4 PALU
Nama: DEFNI
Tahun: 2020
Abstrak
Defni. A 112 18 007. 2020. Penerapan Model Think Talk Write dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi Siswa Kelas V SDN 4 Palu. Tesis, Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Tadulako. Pembimbing I Yunidar dan Pembimbing II Sitti Harisah. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan model Think Talk Write dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa kelas V SDN 4 Palu? (2) Apakah model Think Talk Write dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa kelas V SDN 4 Palu? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan model Think Talk Write dalam meningkatkan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa SDN 4 Palu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu dengan tes dan nontes. Tes diperoleh dari nilai siswa dalam menulis karangan argumentasi pada siklus I dan siklus II. Sedangkan nontes diperoleh dari hasil observasi, jurnal siswa. Hasil penelitian pada siklus I yaitu aspek penyesuaian isi perolehan rata-rata sebesar 18,13, kemudian mengalami penurunan pada siklus II menjadi 18,10 atau menurun sebesar 2%. Aspek yang kedua yaitu penulisan kalimat, pada siklus I perolehan skor rata-rata sebesar 13.24, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar menjadi 18,37. Aspek ketiga penggunaan diksi, pada siklus I perolehan skor rata-rata sebesar 14,05, siklus II mengalami peningkatan menjadi 2,0. Pada aspek yang keempat yaitu penggunaan ejaan, pada siklus I perolehan skor rata-rata sebesar 14,05 setelah dilaksanakan pembelajaran siklus II mengalami peningkatan sebesar menjadi 19,56. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil tes keterampilan menulis karangan argumentasi melalui model TTW mengalami peningkatan yaitu pada siklus I 64,86 dan pada siklus II menjadi 89,18. Pada siklus I siswa kurang dapat memahami pembelajaran menulis karangan, akan tetapi pada siklus II siswa sudah memahami bagaimana menerapkan pembelajaran menulis karangan melalui kegiatan diskusi dan presentasi, sehingga mereka merasa sangat terbantu dalam menulis karangan argumentasi. Kata Kunci: Karangan argumentasi, model TTW, SDN 4 Palu

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up