| JudulTINDAK TUTUR UPACARA BANTEN PRAYASCITA DALAM MENYAMBUT KELAHIRAN BAYI DI KABUPATEN PASANGKAYU |
| Nama: NI WAYAN SULASTRI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Ni Wayan Sulastri. 2026. Tindakan Tutur dalam Upacara Prayascita Banten Menyambut Bayi di Kabupaten Pasangkayu. Skripsi. S1. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Di bawah bimbingan (1) Yunidar, (2) Arum Pujining Tyas. Penelitian ini mengkaji bentuk, makna, dan fungsi tindakan tutur direktif yang digunakan dalam upacara Prayascita Banten — ritual tradisional untuk menyambut kelahiran bayi di Desa Martasari, Kabupaten Pasangkayu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada ujaran yang dihasilkan oleh jero mangku, serati, dan peserta lain dalam upacara tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, mendengarkan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menafsirkan ujaran dalam kerangka teori tindakan tutur dalam pragmatik. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa tindak tutur direktif dalam upacara tersebut memiliki beberapa bentuk, termasuk perintah, permintaan, larangan, undangan, saran, dan permohonan — yang disampaikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Ujaran-ucapan ini tidak hanya mengandung makna literal, tetapi juga makna kontekstual yang dibentuk oleh latar upacara dan kepercayaan masyarakat setempat. Secara fungsional, tindak tutur direktif memiliki peran ganda: fungsi sosial, mengatur alur prosesi dan mengoordinasikan peserta, dan fungsi spiritual, berfungsi sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai sakral yang tertanam dalam doa untuk keselamatan dan perlindungan bayi yang baru lahir. Temuan ini xii menunjukkan bahwa tindak tutur dalam upacara Banten Prayascita tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ekspresi nilai-nilai budaya dan spiritual yang telah dilestarikan dan ditransmisikan lintas generasi. Penelitian ini diharapkan dapat memajukan studi pragmatik sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal dengan memperdalam pemahaman tentang praktik linguistik dalam tradisi masyarakat. Kata kunci: tindak tutur direktif, pragmatik, budaya, Banten Prayascita, Pasangkayu. |