Perpustakaan
DESKRIPSI DATA LENGKAP
JudulANALISIS SIMBOL DALAM BAJU ADAT PERNIKAHAN SUKU BUOL
Nama: PUTRI AMALINDA RAHIM
Tahun: 2026
Abstrak
Putri Amalinda Rahim, 2026. “Analisis Simbol dalam Baju Adat Pernikahan Suku Buol: Kajian Semiotika”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Tadulako, Pembimbing I Syamsuddin dan pembimbing II Julia Marfuah Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna simbol yang terdapat dalam baju adat pernikahan suku Buol melalui kajian semiotika. Baju adat pernikahan suku Buol tidak hanya berfungsi sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai media simbolik yang mengandung nilai-nilai budaya, sosial, dan filosofis yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat suku Buol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis data berupa data lisan dan data tulis yang berkaitan dengan penggunaan baju adat pernikahan suku Buol. Data lisan diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat suku Buol yang memahami tradisi pernikahan adat, sedangkan data tulis diperoleh melalui dokumen, arsip, dan referensi yang relevan dengan objek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, perekaman, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam baju adat pernikahan suku Buol terbagi atas simbol pada pakaian adat pengantin laki-laki dan simbol pada pakaian adat pengantin perempuan. Unsur simbolik pada pakaian adat pengantin laki-laki meliputi tamialyo, bodu tutu, songgo, kelut, paseda, dan geno yang masing-masing memiliki makna simbolik berkaitan dengan tanggung jawab, keteguhan hati, kewibawaan, kehormatan, status sosial, serta kesiapan laki- laki dalam menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dan anggota masyarakat. Sementara itu, unsur simbolik pada pakaian adat pengantin perempuan meliputi ummu, bodu gua, ondorook, pungut tetembu, dudungo, bondo bubulyo, lyabi-lyabi, imbod, haruas, galaang, dan paseda yang merepresentasikan nilai keanggunan, kesucian, kesopanan, kelembutan, serta tanggung jawab perempuan sebagai istri dan ibu dalam kehidupan rumah tangga. Setiap unsur pakaian dan aksesoris tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap busana, tetapi juga mengandung pesan moral dan harapan masyarakat terhadap kehidupan rumah tangga yang harmonis, seimbang, dan berlandaskan adat istiadat. Secara keseluruhan, simbol-simbol dalam baju adat pernikahan suku Buol mencerminkan sistem nilai, norma sosial, dan identitas budaya masyarakat suku Buol yang diwariskan secara turun-temurun, sehingga baju adat pernikahan dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi budaya yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan dan pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Kata Kunci: Simbol, Baju Adat Pernikahan, Suku Buol, Semiotika.

Sign In to Perpus

Don't have an account? Sign Up

kentangbet https://medwinsoft.com/