| JudulMAKNA SIMBOLIK UPARENGGA DALAM UPACARA MEKALA-KALAAN PADA PERNIKAHAN ADAT BALI DI DESA LALUNDU, KECAMATAN RIO PAKAVA: KAJIAN SEMIOTIKA |
| Nama: AYU DIAN SASMITA |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Ayu Dian Sasmita, 2025. Makna Simbolik Uparengga dalam Upacara Mekalakalaan pada Pernikahan Adat Bali di Desa Lalundu, Kecamatan Rio Pakava. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Pembimbing (1) Gusti Ketut Alit Suputra (2) Nirmayanti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan makna simbol Uparengga yang terdapat dalam setiap rangkaian prosesi upacara Mekala-kalaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk simbol Uparengga dalam upacara Mekala-kalaan berjumlah 14 data yang terdiri atas dua jenis, yaitu simbol verbal dan nonverbal. Simbol verbal terdiri dari mantra smara ratih stawa, mantra atur pakeling pakala-kalaan, mantra ngaturan tetebasan byakala atau pecaruan, dan proses tawar menawar. Sementara itu, simbol nonverbal terdiri dari sanggah surya, tikeh dadakan, kelukuh, keris, benang putih, sambuk kupakan, sapu lidi telung katih, tipat gandu, suwunsuwunan, dan tegen-tegenan. Setiap simbol Uparengga memiliki makna filosofis, religius, dan sosial yang mengandung harapan bagi kehidupan rumah tangga kedua mempelai. Secara keseluruhan, simbol-simbol tersebut dipercaya oleh masyarakat Bali sebagai sarana yang dapat memberikan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan pernikahan. Kata Kunci: simbolik, Uparengga, Mekala-kalaan, pernikahan Bali. |