| JudulANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP PROSESI MEBYAKAONAN ‘PEMBERSIHAN DIRI’ DALAM RITUAL OTONAN ‘PERINGATAN HARI KELAHIRAN UMAT HINDU’ |
| Nama: RAHAYU WULANDARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Prosesi mebyakaonan merupakan bagian penting dalam ritual otonan yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu-Bali di Desa Kasimbar Barat, Kec. Kasimbar, Kab. Parigi Moutong sebagai bentuk pembersihan diri secara lahir dan batin sebelum dilakukannya ritual otonan atau upacara peringatan kelahiran umat hindu. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna denotasi dan makna konotasi yang terdapat pada prosesi mebyakaonan dalam ritual otonan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotasi dan makna konotasi yang terkandung dalam setiap tanda yang terdapat pada prosesi mebyakaonan dalam ritual otonan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan lima bentuk tanda dalam prosesi mebyakaonan yang terdiri dari satu tanda verbal yaitu mantra byakaon dan empat tanda visual yang merupakan tahapan prosesi secara berurutan yaitu metepung tawar sebagai tahap pertama, metirtha sebagai tahap kedua, mebija sebagai tahap ketiga dan natab sesayut sebagai tahap terakhir. Kelima tanda tersebut dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes dan menghasilkan lima makna denotasi dan lima makna konotasi. Pada pemaknaan denotasi, kelima tanda tersebut dipahami secara harfiah berdasarkan apa yang terlihat secara nyata digunakan dan dilakukan dalam prosesi mebyakaonan. Pada tataran konotasi, mantra byakaon bermakna permohonan agar segala gangguan dan energi negatif dapat dilepaskan, metepung tawar menyimbolkan pembersihan diri secara spiritual agar tangan yang telah dibersihkan dapat menggenggam segala kerahayuan, metirtha bermakna penyucian lahir dan batin yang berkaitan dengan konsep Tri Murti (Tiga Manifestasi Tuhan), mebija bermakna penanaman benih-benih kesucian dalam pikiran, perbuatan, dan ucapan, natab sesayut mengandung makna penerimaan energi suci dan harapan agar orang yang melaksanakan otonan memiliki pendirian yang tetap serta kepribadian yang stabil dalam menjalankan kehidupan. Kata Kunci: prosesi mebyakaonan, ritual otonan, makna denotasi, makna konotasi, semiotika. |