| JudulInterferensi Dialek Bahasa Kaili Dalam Tuturan Bahasa Indonesia Siswa Kelas IX Di SMP Negeri 12 Palu |
| Nama: MUSFIA NURAINI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Musfia Nuraini. 2026. “Interferensi Dialek Bahasa Kaili dalam Tuturan Bahasa Indonesia Siswa Kelas IX di SMP Negeri 12 Palu”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing (1) Syamsuddin, Pembimbing (2) Sukma. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi bahasa daerah dalam tuturan bahasa Indonesia siswa kelas IX di SMP Negeri 12 Palu dan menganalisis faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa tuturan bahasa Indonesia siswa yang mengandung interferensi bahasa daerah Kaili, yang diperoleh melalui teknik simak, sadap, dan catat dalam konteks formal (proses pembelajaran) dan nonformal (jam istirahat). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk interferensi bahasa daerah Kaili dalam tuturan bahasa Indonesia siswa. Pertama, interferensi fonologi berupa perubahan fonem vokal, penghilangan konsonan, penambahan/perubahan vokal, kontraksi dan asimilasi, penyederhanaan kluster konsonan, dan perubahan fonem likuida (19 data). Kedua, interferensi morfologi berupa penambahan prefiks {na-}, afiksasi tidak baku, dan penggunaan partikel {le} dan {jo} (10 data). Ketiga, interferensi sintaksis berupa interferensi susunan kata, kalimat aktif-pasif, dan struktur frasa (5 data). Faktor penyebab interferensi meliputi kedwibahasaan penutur, kesetiaan terhadap bahasa indonesia semakin memudar, keterbatasan kosakata bahasa penerima, pengetahuan siswa terhadap sinonim, dan terbawanya kebiasaan dalam bahasa ibu. Upaya mengatasi interferensi dapat dilakukan melalui pembiasaan penggunaan bahasa Indonesia baku di lingkungan sekolah, peningkatan kesadaran berbahasa siswa, dan pengayaan kosakata bahasa Indonesia. Kata kunci: interferensi, bahasa Kaili, tuturan, sosiolinguistik |