| JudulMAKNA SIMBOLIK UPACARA PERNIKAHAN SUKU BALI DI DESA TAMBARANA KECAMATAN POSO PESISIR UTARA KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH |
| Nama: NI PUTU RENNY ADNYASWARI |
| Tahun: 2026 |
| Abstrak Ni Putu Renny Adnyaswari, 2025. Judul skripsi “Makna Simbolik Upacara Pernikahan Suku Bali Di Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah”. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing Gusti Ketut Alit Saputra, Arum Pujining Tyas. Permasalahan pokok yang dianalisis dalam penelitian ini yaitu apa bentuk simbol-simbol budaya dalam upacara pernikahan masyarakat Bali dan apa makna simbol-simbol tersebut mencerminkan bentuk-bentuk budaya dan kepercayaan masyarakat Bali di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk simbolsimbol budaya dalam upacara pernikahan masyarakat Bali dan makna simbolsimbol tersebut mencerminkan bentuk-bentuk budaya dan kepercayaan masyarakat Bali di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian etnografi untuk melihat dan menggambarkan fenomena atau peristiwa secara sistematis, faktual, dan akurat tanpa menggunakan angka atau statistik bentuk dan makna simbol-simbol budaya dalam upacara pernikahan masyarakat Bali. Sumber data berupa tokoh adat atau pemuka agama Hindu Bali, pasangan pengantin, orang tua pengantin, atau seniman atau perias pengantin. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, wawancara,instrumen wawancara, dokumentasi. Untuk teknik analisis data penulis menggunakan beberapa cara diantaranya (1) Reduksi Data, (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan atau veifikasi. Dari hasil penelitian Makna Simbolik Upacara Pernikahan Suku Bali Di Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Adapun bentuk simbol-simbol budaya dalam upacara pernikahan masyarakat Bali yaitu: doa duduk bersila, mengatur nafas, membersihkan tangan, menyucikan dupa, membersihkan elemen-elemen upacara dengan sarana bunga dan bija, mengambil air suci dan bejana, sembah kepada dewa Siwa, memakai bija atau abu suci, Doa Tri Sandya Bait ke-1, Doa Tri Sandya bait ke-2, Doa tri sandya bait ke-3, doa try sandya bait ke-4, doa try sandya bait ke-5, doa try sandya bait ke-6, dan doa Panca Sembah, Bentuk Simbol Nonverbal seperti Sanggah Surya, Tetimpug, Tikeh dadakan (tikeh kecil), Benang Putih, Tegen-Tegenan, Suhun-Suhunan (sarana junjungan), Sapu Lidi 3 katih (3 batang), Sambuk (serabut) kupakan, Dagangan (bahan jual beli), Pawiwahan (resepsi). Kata Kunci: Simbol, Semiotik, Pernikahan, Umat Hindu |